Tidak semua pengalaman merupakan kebenaran! Penyesatan terjadi di saat seseorang menjadikan pengalamannya sebagai tolak ukur terhadap firman Tuhan, yang mengakibatkan firman Tuhan ditambahkan, dikurangi, atau dibelokan pengertinya agar sesuai dengan apa yang ia alami. INGAT, hanya karena anda mengalaminya bukan berarti semerta-merta hal itu menjadi kebenaran. Jadikan Firman Tuhan sebagai tolak ukur pengalaman anda, bukan sebaliknya. Dan ketika pengalaman anda (pengalaman rohani)ternyata tidak sejalan dengan Firman Tuhan, anda harus dengan rendah hati mengakui bahwa anda sudah tersesat. Kembalilah pada Firman Tuhan dan nyatakan apa yang benar!
"Usahakanlah supaya engkau layak di hadapan Allah sebagai seorang pekerja yang tidak usah malu, yang berterus terang memberitakan perkataan kebenaran itu." (2 Timotius 2:15).
Powered by Telkomsel BlackBerry®
"Usahakanlah supaya engkau layak di hadapan Allah sebagai seorang pekerja yang tidak usah malu, yang berterus terang memberitakan perkataan kebenaran itu." (2 Timotius 2:15).
Powered by Telkomsel BlackBerry®


