Enter Slide 1 Title Here

Enter Slide 2 Title Here

Enter Slide 3 Title Here

3/19/2011


Kali aku akan menulis dalam bahasa Indonesia saja supaya lebih banyak orang akan bisa menikmati pengalamanku ini. Ok, Dari mana dimulaii?Baiklah, SSEAYP... Hhmm kesempatan itu.. Betapa suatu kesempatan seumur hidup. Berapa banyak dari kita yg selalu bercita-cita ke luar negeri? Sama seperti kebanyakan orang di luar sana, akupun memiliki cita cita itu. Betapa tidak, melihat dunia luar yg luas ini pastilah sesuatu yg luar biasa. Sejak kecil aku selalu ingin melihat seperti apa rasanya berada di suatu negeri yg asing yg tak pernah aku kunjungi sebelumnya, menjadi orang asing di negeri asing. Sudah kuimpikan hal itu sejak lama. . Aku teringat beberapa tahun yg lalu, aku selalu merasa ada suara memanggilku di balik kaki langit, di ujung samudera setiap kali aku memandang lautan. Mungkinkah negeri asing itu memanggilku?Aku pernah baca sebuah buku yg mengatakan bahwa orang yg sukses adalah mereka yg bermimpi sambil bekerja. Aku punya mimpi yg besar yg bagi kebanyakan orang mimpi di siang bolong, namun aku buktikan pada akhirnya bahwa setiap mimpi yg pernah muncul dalam hatiku DITAKDIRKAN UNTUK MENJADI KENYATAAN! Orang selalu berkata, Dare To Dream "Berani untuk bermimpi", tapi aku lihat banyak orang hanya berani bermimpi namun tak berani mengambil langkah untuk mewujudkannya.Singkat saja, tahun lalu aku berhasil masuk dalam golongan mereka yg berani mewujudkan mimpi itu. Melihat negeri asing bukan lagi sekedar mimpi, melainkan ditakdirkan menjadi nyata. Setelah penantian yg cukup lama dan persaingan yg ketat, aku terpilih sebagai seorang duta yg mewakili propinsi dan negaraku dalam sebuah pertukaran pemuda bergengsi di Asia, ya, SSEAYP (Ship for South East Asian Youth Program) atau Program Kapal Pemuda Asia Tenggara-Jepang, program pertukaran termahal di Asia. Ternyata aku berhasil menjawab suara yg memanggilku di ujung samudera beberapa tahun yg lalu. Aku bangga pada diriku yg berhasil meyakinkan diriku sendiri bahwa suara itu bukanlah sekedar khayalan seorang pemimpi.Bersama dengan 27 perwakilan dari beberapa propinsi lainnya akhirnya kami berangkat ke Tokyo-Jepang pada bulan oktober tahun yg lalu sebagai Duta Kebaikan Indonesia dan memulai perjalanan ini. Sungguh suatu kebanggaan tersendiri, ini lebih dari apa yg pernah aku impikan. Aku selalu ingin berkeliling dunia, dan melihat seperti apa dunia luar itu, dan akhirnya terwujud. Dengan kapal pesiar Fuji Maru-Tokyo, kami mengarungi samudera bersama 300 lebih pemuda dari 11 negara, berlayar di atas samudera Hindia, melintasi laut china selatan dan katulistiwa selama 2 bulan.Sungguh suatu perjalanan panjang. Dari Jakarta-Narita-Tokyo-Gifu-Tokyo-Malaysia-Thailand-Indonesia-Singapura-Vietnam-Tokyo-Jakarta. Memang belum seluruh dunia, namun suatu awal sangat baik.Betapa pengalaman yg luar biasa, bukan cuma berkesempatan melihat negara luar, kamipun mengadakan kunjungan kehormatan ke kepala-kepala pemerintahan di setiap negara tujuan. Gala dinner di hotel dan restoran berkelas, interaksi dengan pemuda lokal di setiap negara, dan berkesempatan mengalami tinggal dengan keluarga-keluarga angkat di setiap negara tujuan dan masih banyak lagi pengalaman tak ternilai lainnya.Suatu kebanggaan tersendiri bagiku bisa mewarnai perjalanan ini dengan beberapa lagu yg aku tulis selama program yg mendapat minat dari para peserta negara tetangga. Aku senang bisa menyumbang sesuatu yg akan selalu diingat di tahun-tahun yg akan datang. Salah satu lagu yg paling berkesan adalah lagu "Good Morning Indonesia" yg aku tulis sesaat setelah kami tiba di SCC (Singapore Cruise Center) pusat Kapal Pesiar Singapura. Tidak seperti lagu-lagu yg pernah aku tulis sebelumnya, lagu ini kutulis dalam waktu satu jam saja. Suatu pencapaian yg luar biasa. Lagu ini kutulis untuk mewakilkan perasaan setiap insan Indonesia yg ada di luar negeri yg selalu mencintai tanah air ini. Kami mungkin terbawa dan terbuai dengan indahnya negeri asing yg kami tinggali, namun Indonesia selalu menjadi rumah yg akan kami rindukan. "Good morning Indonesia, all my love to you, here I am so far away but my heart will always be there" begitu sekilas bunyinya.Lagu ini akan aku rekam segera dan kupersembahkan bagi semua orang Indonesia yg jauh dari tanah air.SSEAYP, latihan kepemimpinan ini mengajarkan banyak hal bagiku. Dari menghargai waktu, peduli terhadap orang lain, membangkitkan rasa cinta terhadap tanah air, membuatku bangga menjadi orang Asia dan tentunya Indonesia. Sungguh membanggakan mengingat orang orang akan mengelukan bangsa ini setiap kami datang. Kami buktikan Indonesia tidak seperti yg orang bilang. INDONESIA JAYA!!! Ah, kalimat itu akan selalu terngiang di telingaku. Betapa orang terpana setiap kali kalimat itu diucapkan dengan lantang. Teringat perasaan berdebar bercampur haru ketika aku harus menjadi pemimpin upacara mengibarkan sang merah putih dan 9 bendera ASEAN dan 1 bendera Jepang. Tak terlukiskan suasana hati ini ketika melihat sang merah putih dikibarkan diiringi lagu kebangsaan Indonesia Raya. Tak sedikit dari kami yg menitikkan air mata ketika merah putih dikibarkan. Siapakah kami ini sehingga dipercayakan membawa merah putih dan Garuda di hadapan bangsa-bangsa? Aku selalu ingin memakai kembali pakaian kebesaran kami Attire A1, jaz kenegaraan dengan merah putih dan garuda di dada kami, dilengkapi dengan topi hitam dengan bros garuda emas di kepala kami. Ada perasaan bangga setiap kali baju itu kukenakan. Aku akan merindukan kenangan-kenangan itu.SSEAYP 2010 telah berakhir dan kini waktunya memberi kesempatan bagi penerus kami untuk mengharumkan nama Indonesia di SSEAYP 2011. Mari kita lihat siapa orang-orang beruntung dan orang-orang pilihan berikutnya. Kami punya keyakinan besar bahwa Indonesia akan terus jaya di mata bangsa-bangsa.Satu hal yg saya pelajari, mimpi itu hanya selangkah jauhnya dari kenyataan. Asal kita berani melangkah, mimpi itu akan berubah menjadi kenyataan. Namun ada harga di balik setiap mimpi itu. Berani bermimpi, berani melangkah, berani bayar harga!Sampai jumpa di perjalananku berikutnya.

Tuhan memberkati.
-Jack Loloin-
Indonesia's Participating Youth, Batch 2010.
Kali aku akan menulis dalam bahasa Indonesia saja supaya lebih banyak orang akan bisa menikmati pengalamanku ini. Ok, Dari mana dimulaii?Baiklah, SSEAYP... Hhmm kesempatan itu.. Betapa suatu kesempatan seumur hidup. Berapa banyak dari kita yg selalu bercita-cita ke luar negeri? Sama seperti kebanyakan orang di luar sana, akupun memiliki cita cita itu. Betapa tidak, melihat dunia luar yg luas ini pastilah sesuatu yg luar biasa. Sejak kecil aku selalu ingin melihat seperti apa rasanya berada di suatu negeri yg asing yg tak pernah aku kunjungi sebelumnya, menjadi orang asing di negeri asing. Sudah kuimpikan hal itu sejak lama. . Aku teringat beberapa tahun yg lalu, aku selalu merasa ada suara memanggilku di balik kaki langit, di ujung samudera setiap kali aku memandang lautan. Mungkinkah negeri asing itu memanggilku?Aku pernah baca sebuah buku yg mengatakan bahwa orang yg sukses adalah mereka yg bermimpi sambil bekerja. Aku punya mimpi yg besar yg bagi kebanyakan orang mimpi di siang bolong, namun aku buktikan pada akhirnya bahwa setiap mimpi yg pernah muncul dalam hatiku DITAKDIRKAN UNTUK MENJADI KENYATAAN! Orang selalu berkata, Dare To Dream "Berani untuk bermimpi", tapi aku lihat banyak orang hanya berani bermimpi namun tak berani mengambil langkah untuk mewujudkannya.Singkat saja, tahun lalu aku berhasil masuk dalam golongan mereka yg berani mewujudkan mimpi itu. Melihat negeri asing bukan lagi sekedar mimpi, melainkan ditakdirkan menjadi nyata. Setelah penantian yg cukup lama dan persaingan yg ketat, aku terpilih sebagai seorang duta yg mewakili propinsi dan negaraku dalam sebuah pertukaran pemuda bergengsi di Asia, ya, SSEAYP (Ship for South East Asian Youth Program) atau Program Kapal Pemuda Asia Tenggara-Jepang, program pertukaran termahal di Asia. Ternyata aku berhasil menjawab suara yg memanggilku di ujung samudera beberapa tahun yg lalu. Aku bangga pada diriku yg berhasil meyakinkan diriku sendiri bahwa suara itu bukanlah sekedar khayalan seorang pemimpi.Bersama dengan 27 perwakilan dari beberapa propinsi lainnya akhirnya kami berangkat ke Tokyo-Jepang pada bulan oktober tahun yg lalu sebagai Duta Kebaikan Indonesia dan memulai perjalanan ini. Sungguh suatu kebanggaan tersendiri, ini lebih dari apa yg pernah aku impikan. Aku selalu ingin berkeliling dunia, dan melihat seperti apa dunia luar itu, dan akhirnya terwujud. Dengan kapal pesiar Fuji Maru-Tokyo, kami mengarungi samudera bersama 300 lebih pemuda dari 11 negara, berlayar di atas samudera Hindia, melintasi laut china selatan dan katulistiwa selama 2 bulan.Sungguh suatu perjalanan panjang. Dari Jakarta-Narita-Tokyo-Gifu-Tokyo-Malaysia-Thailand-Indonesia-Singapura-Vietnam-Tokyo-Jakarta. Memang belum seluruh dunia, namun suatu awal sangat baik.Betapa pengalaman yg luar biasa, bukan cuma berkesempatan melihat negara luar, kamipun mengadakan kunjungan kehormatan ke kepala-kepala pemerintahan di setiap negara tujuan. Gala dinner di hotel dan restoran berkelas, interaksi dengan pemuda lokal di setiap negara, dan berkesempatan mengalami tinggal dengan keluarga-keluarga angkat di setiap negara tujuan dan masih banyak lagi pengalaman tak ternilai lainnya.Suatu kebanggaan tersendiri bagiku bisa mewarnai perjalanan ini dengan beberapa lagu yg aku tulis selama program yg mendapat minat dari para peserta negara tetangga. Aku senang bisa menyumbang sesuatu yg akan selalu diingat di tahun-tahun yg akan datang. Salah satu lagu yg paling berkesan adalah lagu "Good Morning Indonesia" yg aku tulis sesaat setelah kami tiba di SCC (Singapore Cruise Center) pusat Kapal Pesiar Singapura. Tidak seperti lagu-lagu yg pernah aku tulis sebelumnya, lagu ini kutulis dalam waktu satu jam saja. Suatu pencapaian yg luar biasa. Lagu ini kutulis untuk mewakilkan perasaan setiap insan Indonesia yg ada di luar negeri yg selalu mencintai tanah air ini. Kami mungkin terbawa dan terbuai dengan indahnya negeri asing yg kami tinggali, namun Indonesia selalu menjadi rumah yg akan kami rindukan. "Good morning Indonesia, all my love to you, here I am so far away but my heart will always be there" begitu sekilas bunyinya.Lagu ini akan aku rekam segera dan kupersembahkan bagi semua orang Indonesia yg jauh dari tanah air.SSEAYP, latihan kepemimpinan ini mengajarkan banyak hal bagiku. Dari menghargai waktu, peduli terhadap orang lain, membangkitkan rasa cinta terhadap tanah air, membuatku bangga menjadi orang Asia dan tentunya Indonesia. Sungguh membanggakan mengingat orang orang akan mengelukan bangsa ini setiap kami datang. Kami buktikan Indonesia tidak seperti yg orang bilang. INDONESIA JAYA!!! Ah, kalimat itu akan selalu terngiang di telingaku. Betapa orang terpana setiap kali kalimat itu diucapkan dengan lantang. Teringat perasaan berdebar bercampur haru ketika aku harus menjadi pemimpin upacara mengibarkan sang merah putih dan 9 bendera ASEAN dan 1 bendera Jepang. Tak terlukiskan suasana hati ini ketika melihat sang merah putih dikibarkan diiringi lagu kebangsaan Indonesia Raya. Tak sedikit dari kami yg menitikkan air mata ketika merah putih dikibarkan. Siapakah kami ini sehingga dipercayakan membawa merah putih dan Garuda di hadapan bangsa-bangsa? Aku selalu ingin memakai kembali pakaian kebesaran kami Attire A1, jaz kenegaraan dengan merah putih dan garuda di dada kami, dilengkapi dengan topi hitam dengan bros garuda emas di kepala kami. Ada perasaan bangga setiap kali baju itu kukenakan. Aku akan merindukan kenangan-kenangan itu.SSEAYP 2010 telah berakhir dan kini waktunya memberi kesempatan bagi penerus kami untuk mengharumkan nama Indonesia di SSEAYP 2011. Mari kita lihat siapa orang-orang beruntung dan orang-orang pilihan berikutnya. Kami punya keyakinan besar bahwa Indonesia akan terus jaya di mata bangsa-bangsa.Satu hal yg saya pelajari, mimpi itu hanya selangkah jauhnya dari kenyataan. Asal kita berani melangkah, mimpi itu akan berubah menjadi kenyataan. Namun ada harga di balik setiap mimpi itu. Berani bermimpi, berani melangkah, berani bayar harga!Sampai jumpa di perjalananku berikutnya.

Tuhan memberkati.
-Jack Loloin-
Indonesia's Participating Youth, Batch 2010.

Saatnya memperlebar wawasan dan mengambil langkah maju. Mari terima tantangan ini untuk maju dalam seleksi PPAN tahun ini.
Akan segera dibuka pendaftaran untuk program-program berikut :
1. ICYEP (Indonesia-Kanada)
2. SSEAYP (Kapal Pemuda Asia Tenggara-Jepang)
3. IMYEP (Indonesia-Malaysia)

Buktikan dirimu yang terbaik dan layak mewakili provinsi ini sebagai Duta Muda Indonesia.

PS : Info pendaftaran menyusul.

Tuhan memberkati!

NTT, ini waktumu!
Ship for South East Asian Youth Program / Program Kapal Pemuda Asia Tenggara-Jepang akan segera dibuka lagi.
Program Pertukaran Pemuda yang disponsori oleh Pemerintah Jepang ini akan dilaksanakan di Jepang dan 5 negara Asia Tenggara lainnya. Kegiatan inti dari program ini adalah Solidarity Group (SG), Club Activity (CA), National Day Presentation (NDP), Voluntary Activity yang merupakan kegiatan On board (di atas kapal). Sebagian besar dari kegiatan-kegiatan ini akan dilaksanakan di atas kapal pesiar Fuji Maru dalam pelayaran menuju 5 negara Asia Tenggara lainnya.
Kegiatan Off-board sendiri (di luar kapal) akan meliputi; Courtesy Call (Kunjungan kehormatan) ke setiap kepala negara di setiap negara tujuan, Institutional Visit, Interaction with local youth, dan yang paling ditunggu adalah HomeStay activity, dimana para peserta akan mendapat kesempatan tinggal di rumah keluarga angkat di setiap negara tujuan. Dalam kegiatan homestay para peserta berkesempatan mempelajari budaya lokal dan gaya hidup juga bahasa lokal.

Tujuan dari SSEAYP adalah mempererat persahabatan dan saling pengertian antara negara-negara Asia Tenggara dan Jepang.
Adapun negara-negara peserta program ini adalah Jepang dan 10 negara Asia Tenggara yang meliputi Indonesia, Malaysia, Singapura, Filipina, Brunei, Myanmar, Vietnam, Laos, Camboja dan Thailand.

Info pendaftaran dan syarat menyusul.

Untuk info persiapan audisi dan seleksi Nusa Tenggara Timur, hubungi alumni tahun 2010: Jack Loloin -0852 391 620 78 (tidak melayani sms)
Atau melalui email : jacko_bush@yahoo.co.id.

Mari tunjukan kamu bisa menjadi Duta Muda Indonesia tahun ini.

Sukses selalu & Gbu

3/17/2011

Pagi ini saya membaca sebuah catatan dari seorang teman Indonesia yang study di Jepang. Tulisannya sangat menginspirasi saya secara pribadi dan akhirnya mendorong saya untuk menulis juga penglaman saya.
Beberapa waktu yang lalu Jepang dihantam gempa dan gelombang tsunami yang meluluh lantahkan negeri itu. Negeri matahari terbit. Dulunya saya tidak begitu tertarik belajar tentang Jepang. Bagi saya Jepang tidak ada bedanya dengan negara-negara maju lainnya yang kental dengan kehidupan mewah dan serba canggih. Bagi saya orang Jepang tidak lebih dari orang-orang gila kerja yang memaksa diri dalam mencapai sesuatu dan ketika hal itu tak dapat dicapai, maka mereka mengakhiri hidup dengan bunuh diri. Tetapi begitu saya menginjakkan kaki di sana semua gambaran itu berubah menjadi inspirasi bagi saya. Sungguh!

Keteguhan hati dan kedisiplinan orang Jepang sudah sering saya dengar sejak saya masih duduk di bangku SD, tapi baru tahun lalu sampai sekarang saya mengerti.
Kita perlu belajar dari Jepang mengenai keteguhan/ketetapan hati dan kedisiplinan. Ada satu istilah Jepang yang begitu terkenal dan juga menjadi falsafah hidup orang Jepang, yakni "Gambaru/Gambate" yang artinya berjuang mati-matian. Pertama kali saya mendengar istilah itu, saya tidak mengerti apa artinya, lalu saya tahu dari teman saya kalau itu artinya selamat berjuang. Bagi saya yang waktu itu belum begitu mengenal Jepang, saya menganggap artinya tidak lebih dari sekedar mengucapkan "good luck", namun begitu saya mencoba masuk dalam lingkungan orang Jepang dan belajar hidup seperti orang Jepang baru saya mengerti apa arti sebenarnya dari "gambate dan gambaru".

"Gambaru" Berjuang mati-matian bagi orang Jepang bukan sekedar berjuang dan ketika tak dilihat adanya hasil lalu berhenti.
Saya melihat adanya suatu semangat yang berkobar tak peduli apapun keadaannya.
Satu contoh kecil, saya heran waktu berada di Jepang beberapa waktu yang lalu, ketika melihat para wanita karir yang walaupun dengan cuaca yang dingin tetap merasa nyaman dengan pakaian yang biasanya dipakai di cuaca normal bahkan terkadang mini. "Apakah mereka tidak merasa dingin?" Pikir saya. Baru kemudian saya tahu ternyata sejak di bangku SD, anak-anak sekolah di Jepang diajarkan prinsip "gambaru", dimana mereka diwajibkan datang ke sekolah tidak peduli betapa dinginnya cuaca. Dari kecil mereka tak dibiasakan hidup manja. Bahkan menurut saya, mungkin saja kata manja tak ada dalam kamus Jepang.
Tak heran Jepang bisa bangkit lagi setelah sempat dijadikan abu oleh bom atom Amerika. Ya, mereka bangkit lagi dari abu alias mulai dari NOL. Namun, dengan prinsip GAMBARU yg sudah melekat di kepala mereka, orang Jepang berhasil membawa negeri mereka menjadi negara tangguh bukan cuma dalam hal ekonomi, namun juga militer, pendidikan dan teknologi.

Saya ada di Jepang beberapa waktu yang lalu untuk mengikuti suatu program pertukaran pemuda. Kebetulan Jepang menjadi sponsor program ini yang katanya merupakan program pertukaran termahal di Asia dimana pemerintah Jepang mengeluarkan sekitar Rp.800 juta/orang. Kontingen Indonesia sendiri berjumlah 28 orang dan Indonesia merupakan salah satu dari 11 negara peserta. Bisa anda bayangkan berapa juta dollar yang dihabiskan untuk program itu? Awalnya saya merasa bersalah mengikuti program itu karena banyak orang yang bisa dibantu dengan dana sebesar itu.
Saya sempat bertanya, kenapa dana sebesar itu tidak digunakan saja untuk kegiatan social? Bayangkan berapa sekolah yang sudah bisa dibangun dengan dana untuk satu kontingen. Berapa jembatan dan fasilitas umum lainnya yang bisa dibangun dengan jumlah dana itu apalagi kegiatan ini bersifat tahunan.
Namun anda tahu apa jawab mereka dari pemerintah Jepang? Simak jawaban mereka: "Kami sadar besarnya biaya yang kami keluarkan setiap tahunnya untuk program ini. Dan kami sadar sepenuhnya berapa banyak fasilitas yang bisa kami bangun dengan uang sebanyak itu, tapi kami tidak investasi untuk benda mati tapi untuk yang hidup. Kalau kami membangun jembatan, sekolah, dll, apa yang dapat dihasilkan dari semua itu? Bukankah semua itu akan hancur seiring dengan waktu? Bagaimana jika terjadi bencana? 800 juta x 28 = 0 (NOL). Katakanlah 800 juta mungkin dipakai untuk membangun satu gedung sekolah, tapi ketika gedung itu hancur apalah artinya? Sebaliknya ketika 800 juta itu diinvestasikan untuk SATU ORANG MANUSIA, satu orang itu bisa membangun seribu jembatan dan seribu sekolah. Kami percaya pada kemampuan manusia dalam menghasilkan sesuatu maka dari itu kami tidak merasa rugi dalam hal pembiayaan karena satu orang itu dapat menghasilkan lebih dari apa yang telah
kami investasikan". Karena itu, saya percaya, dengan seijin Tuhan Jepang pasti akan bangkit lagi.
Dengan prinsip gambaru, Jepang pasti akan membangun istana kemakmuran mereka kembali dari sisa puing-puing kehancuran ini, karena mereka telah belajar untuk tidak menyerah pada keadaan dan tidak manja.
Kalau anda punya sahabat atau kenalan di Jepang, coba tanya apakah ada berita di media lokal yang memajang wajah menyerah atau tangisan dari orang Jepang? Tidak ada! Atau coba anda cari lagu-lagu ala Ebiet G Ade yang biasa diputar di saat bencana, tidak akan anda temukan. ATAU coba anda cari program amal bencana seperti Peduli Sesama atau Dompet Peduli di Jepang, tidak akan anda temui!
Benar kita harus bercermin pada Jepang.
Dalam bencana yang hebat inipun, bantuan Jepang untuk pembangunan MRT di Jakarta tidak dihentikan, malah kemaren saya mendapat email dari KEMENPORA bahwa program pertukaran yang saya ikuti tahun lalu akan dibuka lagi pendaftarannya. Sungguh saya salut pada Jepang.

Satu hal lagi yang saya belajar selama di Jepang adalah kedisiplinan mereka. Sungguh saya malu dengan kebiasaan jam karet yang begitu melekat dengan bangsa kita. Saya teringat ketika mengikuti "morning assembly" dan upacara bendera di atas kapal pesiar Fuji Maru-Tokyo. Kami diwajibkan sudah hadir di tempat upacara pada pukul 7.30 karena upacara harus dimulai tepat waktu. Saya ingat yang sering terjadi bukanlah keterlambatan melainkan kami menunggu kapan upacara dimulai. Waktu itu kami sudah hadir setengah jam sebelum upacara dimulai namun upacara tidak dimajukan namun tetap komit pada waktu yang ditetapkan. Bisa anda bayangkan betapa pegalnya kaki kami waktu itu. Namun disiplin seperti itu telah membawa Jepang ke titik puncak kejayaan mereka.

Biarlah Jepang menjadi inspirasi bagi kita semua.

Gambate Nihon!!! Ayo bejuang Jepang!!!

-Jack Loloin-

GBU

3/15/2011

HIS BLOOD CLEANSE ME

HIS BLODD

THE WAY

HEART

YES I AM A CHRISTIAN
BOANERGES

BIG SPIRIT

APA LOE LIAT-LIAT

ALIEN

MERRY HEART

Popular Posts

Edited by Jack Loloin. Diberdayakan oleh Blogger.

Author Info

Cari Blog Ini

Like This Theme

featured Slider

About Me

Hi, I am the author Elegance Blog.This blog is to provide you with daily outfit ideas and share my personal style.

Like us

Facebook

About me

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.

Praesent non leo vestibulum, condimentum elit non, venenatis

eros.

Kontributor

Contact us

Nama

Email *

Pesan *

Followers

Categories

Our Team

Slider (Add Label Name Here!) (Documentation Required)

I am the Author



Video of the Day

Sponsor

y