Enter Slide 1 Title Here

Enter Slide 2 Title Here

Enter Slide 3 Title Here

7/22/2014



Media modern penuh dengan cerita tentang orang-orang Palestina, penderitaan mereka, dilema dan perjuangan mereka. Semua aspek kehidupan mereka tampaknya telah diletakkan di bawah mikroskop. Hanya satu pertanyaan yang sepertinya tidak pernah ditangani: Siapa orang-orang Palestina ini? Siapakah mereka yang mengaku Tanah Suci sebagai milik mereka? Apa sejarah mereka? Dari mana mereka datang? Bagaimana mereka tiba di negeri yang mereka sebut Palestina?

Kesan umum yang diberikan di media adalah bahwa orang-orang Palestina telah tinggal di Tanah Suci selama ratusan, bahkan ribuan tahun. Tidak heran, kemudian, bahwa jajak pendapat baru-baru ini warga Perancis menunjukkan bahwa secara mayoritas mereka percaya (secara palsu) bahwa sebelum berdirinya Negara Israel, sebuah negara Arab Palestina merdeka telah ada di sana.

Namun anehnya, ketika diminta untuk memberikan sejarah bangsa ini,  kebanyakan kantor berita hanya bisa menoleh  ke belakang ke awal seribu sembilan ratusan. CNN, sebuah lembaga yang telah mengabdikan berjam-jam airtime untuk penderitaan rakyat Palestina, memiliki situs web yang memiliki bagian khusus tentang konflik Timur Tengah yang disebut Perjuangan Untuk Perdamaian” Termasuk bagian yang terdengar menjanjikan berjudul Lands Through The Ages” yang meyakinkan kita bahwa artikel itu akan secara detail mengungkap sejarah daerah itu dengan menggunakan peta. Anehnya, ternyata, peta yang ditampilkan memiliki penanggalan yang tidak lebih dari awal 1917. Website CBS News memiliki bagian latar belakang yang disebut Perjuangan Untuk Perdamaian Timur Tengah Waktu Sejarahnya dimulai tidak lebih awal dari 1897. Di The NBC News pada bagian latar belakang yang disebut Mencari Perdamaian” juga mencatat waktu yang dimulai pada 1916. Sedangkan menurut waktu BBC, Sejarahnya dimulai pada tahun 1948.

Namun, pemastiannya sendiri harus dari website Nasional Resmi Palestina sendiri, bukan? Meskipun berat dengan frasa seperti "pendudukan Israel" dan pelanggaran hak asasi manusia oleh Israel, situs ini secara praktis tidak menawarkan apa-apa tentang sejarah bangsa yang disebut Palestina. Satu-satunya artikel di situs ini yang mengandung konten sejarah adalah Sejarah Palestina - Milestones abad ke-20 yang tampaknya hanya untuk mengkonfirmasi bahwa sebelum tahun 1900 tidak ada konsep tentang Rakyat Palestina.

Sementara media modern mungkin kurang pada informasi tentang sejarah rakyat Palestina, tidak demikian dengan catatan sejarah. Buku, seperti Battleground oleh Samuel Katz dan Time Immemorial oleh Joan Peters pada masa lalu telah merinci sejarah daerah tersebut. Jauh dari gambaran tentang apa yg dikatakan bahwa tanah itu telah ditempati  oleh Palestina selama ratusan, bahkan ribuan tahun, Tanah Israel, menurut puluhan pengunjung ke tanah, itu, sampai awal abad terakhir, hampir kosong. Alphonse de Lamartine mengunjungi tanah itu pada tahun 1835 Dalam bukunya, Kenangan Timur, ia menulis "Di luar gerbang Yerusalem kami tidak melihat ada objek hidup, ataupun mendengar ada suara tanda kehidupan.”

Juga seorang penulis terkenal dari Amerika, Mark Twain, yang mengunjungi Tanah Israel pada tahun 1867, menegaskan hal ini. Dalam bukunya Innocents Abroad ia menulis, sebuah kehancuran ada di sini bahkan tidak sebuah imajinasipun dapat meramaikannya dengan kemegahan hidup dan tindakan. Kami mencapai Tabor dengan aman. Kami tidak pernah melihat seorang manusiapun di seluruh perjalanan. Bahkan Konsul Inggris di Palestina melaporkan, pada tahun 1857, negara ini ada di tingkat yang cukup kosong penduduk, dan oleh karena itu kebutuhan utamanya adalah memiliki penduduk.

Bahkan, menurut Ottoman Turk, angka sensus resmi 1882, di seluruh Tanah Israel, hanya ada 141.000 Muslim, baik Arab dan non-Arab. Jumlah ini naik hingga 650.000 orang Arab pada 1922, terjadi peningkatan 450% hanya dalam kurun waktu 40 tahun. Pada 1938 jumlah itu menjadi lebih dari 1 juta atau meningkat 800% hanya dalam waktu 56 tahun.  Pertumbuhan penduduk tertinggi terjadi di daerah di mana orang Yahudi tinggal. Dari mana semua orang Arab ini berasal? Menurut orang-orang Arab peningkatan besar dalam jumlah mereka adalah karena melahirkan normal. Pada tahun 1944, misalnya, mereka menyatakan bahwa peningkatan alami (kelahiran dikurangi kematian) orang Arab di Tanah Israel adalah luar biasa dari 334 per 1.000. Dengan demikian menjadikan angka tersebut sekitar tiga kali lipat, jumlah yang sama untuk tahun yang sama Lebanon dan Suriah dan hampir empat kali lipat dari Mesir, yang dianggap salah satu Negara yang memiliki angka yang tertinggi di dunia. Tidak mungkin, Jika peningkatan besar-besaran bukan karena kelahiran alami, maka dari mana semua orang Arab ini berasal?

Semua bukti menunjuk ke negara-negara tetangga Arab, seperti Mesir, Suriah, Lebanon dan Yordania. Pada tahun 1922 Gubernur Inggris di Sinai mencatat bahwa imigrasi ilegal tidak hanya terjadi dari Sinai, tetapi juga dari Yordan dan Suriah. Pada tahun 1930, laporan dari British Mandate-sponsored, Hope-Simpson mencatat bahwa daftar pengangguran membengkak oleh karena imigran dari Trans-Jordania dan imigrasi ilegal melalui Suriah dan di seluruh perbatasan utara Palestina. Orang-orang Arab sendiri menjadi saksi tren ini. Misalnya, gubernur distrik Suriah Hauran, Tewfik Bey el Hurani, mengakui pada tahun 1934 bahwa dalam satu periode hanya beberapa bulan, lebih dari 30.000 orang Suriah dari Hauran telah pindah ke Tanah Israel. Bahkan Perdana Menteri Inggris Winston Churchill mencatat masuknya Arab. Churchill, seorang veteran pada awal tahun mandat Inggris di Tanah Israel, mencatat pada tahun 1939 bahwa jauh dari seperti yang dikatakan mereka dianiaya, orang-orang Arab telah memadati negeri itu dan bertambah banyak.

Jauh dari gambaran pemberitaan tentang penggusuran orang-orang Arab, seperti yang mereka (orang-orang arab) nyatakan, orang-orang Yahudi adalah justru alasan orang-orang Arab memilih untuk menetap di Tanah Israel. Penyediaan lapangan kerja oleh industri Zionis dan pertanian yang baru didirikan memikat mereka di sana, sebagaimana konstruksi dan industri Israel zaman sekarang menyuplai sebagian besar orang Arab di Tanah Israel dengan sumber utama pendapatan mereka saat ini.
Malcolm MacDonald, salah satu penulis utama dari White Paper Inggris 1939, yang membatasi imigrasi Yahudi ke Tanah Israel, mengakui (secara konservatif) bahwa kalau bukan karena kehadiran Yahudi penduduk Arab akan menjadi lebih sedikit dari setengah dari jumlah sebenarnya. Hari ini, karena intifada terbaru, orang-orang Arab di bawah 35 tidak lagi diizinkan - sampai masuk ke pra-1967 Israel- untuk bekerja, pengangguran telah meroket sampai lebih dari 40% dan sebagian besar bergantung pada paket bantuan Eropa untuk bertahan hidup.

Tidak hanya orang-orang pada masa pra-negara Arab berbohong tentang bagaimana mereka menjadi orang pribumi. Bahkan saat ini, banyak tokoh besar yang menyebut diri orang Palestina, ternyata adalah orang asing yang lahir di luar. Edward Said, seorang Profesor di Ivy League bidang Sastra dan propagandis utama Palestina, cukup lama diklaim dibesarkan di Yerusalem. Namun, dalam sebuah artikel tentang masalah seputar September 1999 Commentary Magazine, Justus Reid Weiner mengungkapkan bahwa Said sebenarnya dibesarkan di Kairo, Mesir, ini sebuah fakta yang kemudian diakui oleh Said sendiri. Tapi mengapa harus memusingkan soal Said? Pimpinan PLO (Palestine Liberation Organization) Yasir Arafat sendiri, yang mengangkat dirinya sendiri sebagai pemimpin rakyat Palestina, selalu diklaim lahir dan dibesarkan di Palestina. Ternyata, menurut penulis biografi resminya, Richard Hart, serta BBC, Arafat lahir di Kairo pada tanggal 24 Agustus 1929 dan di sanalah ia dibesarkan.

Untuk menjaga sandiwara sebagai penduduk pribumi, propagandis Arab harus melakukan lebih dari sekedar penulisan ulang sejarah. Sebagian besar penulisan ulang ini melibatkan penggantian nama geografi. Selama dua ribu tahun wilayah di pegunungan tengah Israel dikenal sebagai Yudea dan Samaria, sebagaimana yang tertulis pada peta abad pertengahan. Namun, negara Yordania menduduki daerah ini pada tahun 1948 dan menamainya Tepi Barat. Ini adalah nama yang lucu untuk daerah yang benar-benar terletak di bagian timur negeri itu dan hanya dapat disebut Barat jika mengacu ke Yordania. Hal ini tampaknya tidak menggelitik bagi sebagian besar kantor berita yang meliput wilayah itu, mereka  secara universal merujuk ke wilayah tersebut dengan nama Yordania yang baru.


Istilah “Palestinian” (Orang Palestina) sendiri merupakan hasil dari kepiawaian mereka memutar sejarah. Untuk menggambarkan diri mereka sebagai masyarakat pribumi, pemukim Arab mengadopsi nama suku Kanaan kuno, Phillistines (Filistin), yang sudah mati hampir 3000 tahun yang lalu. Bukti hubungan antara suku ini dan orang Arab modern adalah nihil. Siapa yang tahu bedanya? Mengingat tidak adanya catatan sejarah, kita dapat mengerti mengapa Yasser Arafat mengklaim bahwa Yesus Kristus, seorang tukang kayu Yahudi dari Galilea, adalah orang Palestina. Setiap tahun, pada waktu Natal, Arafat pergi ke Betlehem dan memberitahu jamaah bahwa Yesus pada kenyataannya adalah orang Palestina pertama.
Jika sejarah Palestina memang mitos, maka pertanyaan yang sebenarnya adalah, Mengapa? Mengapa menciptakan rakyat fiktif? Jawabannya adalah bahwa mitos Rakyat Palestina berfungsi sebagai pembenaran untuk pendudukan Arab di Tanah Israel. Sementara orang-orang Arab telah memiliki 21 negara berdaulat mereka sendiri (lebih dari Negara manapun di bumi) dan memiliki tanah yang ukurannya 800 kali ukuran Tanah Israel, hal ini tampaknya tidak cukup bagi mereka. Oleh karena itu mereka merasa perlu untuk merampok orang-orang Yahudi dari satu-satunya negara mereka, yang adalah salah satu negara yang terkecil di planet ini. Sayangnya, banyak orang tidak tahu tentang sejarah daerah itu, termasuk banyak media dunia, mereka hanya terlalu bersedia untuk membantu.

Sangat menarik untuk dicatat bahwa Alkitab ternyata sudah menulis referensi tentang sebuah negara fiktif yang akan menghadapi Israel. Mereka membangkitkan cemburu-Ku e  dengan yang bukan Allah, mereka menimbulkan sakit hati-Ku dengan berhala f  mereka. Sebab itu Aku akan membangkitkan cemburu mereka dengan yang bukan umat (bukan sebuah bangsa), dan akan menyakiti hati mereka dengan bangsa yang bebal (Ulangan 32:21).



7/18/2014

Sore ini saya membaca sebuah berita di internet mengenai jatuhnya pesawat Malaysia Airlines di Ukraina. Awalnya saya menyangka ini hanyalah hoax lanjutan dari hilangnya Pesawat Malaysia Airlines sebelumnya, namun no penerbangan yang saya lihat berbeda. Ternyata setelah saya lihat lagi beritanya, saya sangat shock ketika mengetahui bahwa ini adalah pesawat lain dari Malaysia Airlines yang ditembak jatuh oleh rudal dari pemberontak di Ukraina.

Yang menjadi pertanyaan saya adalah

1. Kenapa Malaysia Airlines?
2. Apa mungkin ada sentimen tertentu terhadap    Malaysia?
3. Apa sebenarnya motif dibalik tragedi yang menimpa dua pesawat Malaysia Airlines?

Tentu bukan sebuah kebetulan jika dua tragedi naas menimpa satu negara dan penerbangan yang sama. Apa yang menjadikan negara kecil ini sebagai target atas tindakan yang membawa maut bagi ratusan jiwa ini???

Semoga Tuhan membuka segala rahasia yang tersembunyi.

Popular Posts

Edited by Jack Loloin. Diberdayakan oleh Blogger.

Author Info

Cari Blog Ini

Like This Theme

featured Slider

About Me

Hi, I am the author Elegance Blog.This blog is to provide you with daily outfit ideas and share my personal style.

Like us

Facebook

About me

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.

Praesent non leo vestibulum, condimentum elit non, venenatis

eros.

Kontributor

Contact us

Nama

Email *

Pesan *

Followers

Categories

Our Team

Slider (Add Label Name Here!) (Documentation Required)

I am the Author



Video of the Day

Sponsor

y