1/19/2011


Di hari Valentine ini, saya ingin berbagi sesuatu hal yang saya pelajari dan temukan tentang Cinta. Saya sudah melihat beberapa kisah cinta, membaca novel fiksi maupun mendengar dongeng tentang cinta sejati. Setiap orang tahu bahwa jatuh cinta itu wajar dan siapapun bisa jatuh cinta, namun ada sebuah pertanyaan menggelitik yang pernah membuat saya berpikir keras, “Pernahkah Yesus Jatuh Cinta?”
Adakah di antara anda yang pernah berpikir demikian? Hal ini mungkin terdengar lucu tapi jika anda menemukan jawabannya, saya berjanji anda akan menemukan kisah cinta terbesar yang pernah tertulis dalam sejarah.

Cukup lama saya menyimpan pertanyaan itu dalam benak saya. Saya ingin bertanya kepada mentor saya, tapi saya takut terdengar konyol dan ditertawakan, hehe , akhirnya saya memutuskan untuk bertanya langsung pada Yang Bersangkutan. Ya, saya bertanya pada Yesus, seperti yang biasa saya lakukan.

“Yesus, pernahkah Engkau jatuh cinta?” Anda tahu apa jawab-Nya? “IYA!”
Haha, wow!!! Tuhanku pernah jatuh cinta!
Mendapat jawaban yang begitu mengejutkan, sayapun akhirnya tergelitik untuk bertanya lagi, “Yesus, Engkau pernah merasakan patah hati?” Sekali lagi Ia menjawab “IYA.” Saya hanya menggelengkan kepala.
Saya menjadi semakin semangat untuk bertanya, “Pernahkah Engkau ditolak oleh orang tercinta-Mu?” Lagi-lagi Beliau menjawab, “IYA”

Satu pertanyaan terakhir yang merupakan pertanyaan pamungkas saya, dan saya yakin jika anda ada saat perbincangan ini berlangsung, anda pasti akan menanyakan hal yang sama. Ya, saya bertanya pada-Nya, “Siapakah nama wanita itu?”
Jawaban yang saya dapatkan akhirnya benar-benar membuka mata saya untuk melihat kisah cinta sejati yang sesungguhnya dan mengenal siapa Pecinta Sejati Yang sesungguhnya. Waktu saya mengajukan pertanyaan mengenai nama wanita itu, Yesus menjawab, “Nama wanita itu adalah Gereja!”

Ya, nama wanita itu adalah Gereja! Wanita yang pernah singgah di hati Yesus dan akan selalu ada di hati-Nya. Wanita yang pernah menyakiti-Nya, wanita yang lebih dari sekali menolak cinta-Nya. Namun apa anda tahu apa yang Yesus katakan mengenai wanita itu?
“Aku masih mencintai dia, dan akan selalu mencintainya. Dialah yang Aku pikirkan seiring kematian-Ku.”

Yesus kemudian berkata, “Manusia memiliki berbagai macam cara untuk mengungkapkan perasaan cinta mereka kepada yang terkasih. Ada yang memberikan setangkai bunga, ada yang menuliskan puisi, beberapa menggunakan lagu, tapi Aku, Aku bahkan memberikan nyawa-Ku sendiri kepada wanita yang aku kasihi, tetapi tetap saja Aku ditolak.”

“Aku terluka, Aku tertolak, Aku merasakan pedih yang sangat mendalam.” “Seandainya saja dia tahu betapa besar harga yang harus Aku bayar untuk membuktikan cinta-Ku, namun Aku sadar, cinta sejati tak akan pernah memaksa.”

Berikut ini adalah penggalan surat cinta yang pernah dituliskan oleh Yesus bagi wanita yang begitu dicintai-Nya :

Teman, mungkin anda sudah terlalu lama menyimpan kepahitan terhadap orang yang anda kasihi, mungkin anda sudah terlalu lama disakiti, mungkin anda merasa tertolak.
Mungkin anda sudah kehilangan kepercayaan anda terhadap semua orang, mungkin anda merasa tak ada seorangpun bahkan Yesus yang mengerti apa yang sedang anda rasakan.
Tapi ini yang ingin Yesus katakan pada anda :

“AKU TAHU APA YANG SEDANG ENGKAU ALAMI KARENA AKUPUN PERNAH MENGALAMINYA! “Aku tahu bagaimana rasanya mencintai, Aku tahu bagaimana rasanya disakiti, dan Akupun tahu bagaimana rasanya ditolak. Aku sangat mengerti karena Aku pernah melewatinya!”

Sekarang bagaimana menurut anda, kisah cinta manakah yang paling besar dalam sejarah? Semenjak perbincangan itu, saya akhirnya sadar, kisah cinta sejati yang sesungguhnya bukanlah kisah cinta Romeo dan Juliet, bukanlah kisah cinta Jack dan Rose di Titanic, bukan pula Beauty and The Beast, melainkan kisah Cinta Yesus dan Gereja. Itulah kisah cinta terbesar yang pernah ada dalam sejarah.

Untuk mengakhiri tulisan ini saya ingin memberikan penggalan surat cinta yang ditulis oleh Yesus kepada wanita yang begitu dicintai-Nya. Gereja, surat ini untukmu.

“Oleh karena engkau berharga di mata-Ku, dan mulia, dan Aku ini mengasihi engkau.
Sampai masa tuamu Aku tetap Dia, dan sampai masa putih rambutmu Aku menggendong kamu. Aku telah melakukannya dan mau menanggung kamu terus; Aku mau memikul kamu dan menyelamatkan kamu.
Lihat, Aku telah melukiskan engkau di telapak tangan-Ku; tembok-tembokmu tetap di ruang mata-Ku.
Sebab biarpun gunung-gunung beranjak dan bukit-bukit bergoyang, tetapi kasih setia-Ku tidak beranjak dari padamu dan perjanjian damai-Ku tidak akan bergoyang.”

Dengan Cinta,
Jesus

Semoga tulisan singkat saya memberkati anda.

Love from Timor, Indonesia
Your brother in Christ,
~JACK LOLOIN~
www.jack-online.co.nr

Popular Posts

Edited by Jack Loloin. Diberdayakan oleh Blogger.

Author Info

Cari Blog Ini

Like This Theme

featured Slider

About Me

Hi, I am the author Elegance Blog.This blog is to provide you with daily outfit ideas and share my personal style.

Like us

Facebook

About me

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.

Praesent non leo vestibulum, condimentum elit non, venenatis

eros.

Kontributor

Contact us

Nama

Email *

Pesan *

Followers

Categories

Our Team

Slider (Add Label Name Here!) (Documentation Required)

I am the Author



Video of the Day

Sponsor

y