Enter Slide 1 Title Here

Enter Slide 2 Title Here

Enter Slide 3 Title Here

10/14/2013

Powered by Telkomsel BlackBerry®

9/25/2013

Hmmm, akhirnya saya punya waktu lagi untuk nge-blog. Cukup lama juga sejak saya menulis article terakhir saya. Senang rasanya, bisa duduk dan menuangkan ide-ide saya kembali dalam bentuk tulisan yang bisa saya baca lagi di lain waktu untuk mengingatkan kembali hal-hal yang saya lewati dalam hidup ini. Kali ini saya ingin berbagi sedikit mengenai rhema yang saya dapatkan dari firman Tuhan yang saya bagikan dalam ibadah di TRINITY Fellowship. Kami membahas firman Tuhan secara exposisi, dimana kami mempelajarinya kitab per-kitab, dan ayat per-ayat. Kami ada di surat Filipi dan Tuhan benar-benar bicara lewat firman-Nya. Saya ingat ketika kami mempelajari Filipi 3, saya begitu terkagum dengan pengalaman yang dibagikan oleh Paulus, walaupun Ia sedang dalam penjara dan dirantai namun sukacitanya tak hilang. Tidak heran surat Filipi disebut Surat Sukacita. Satu hal yang membuat saya terkagum dengan kisah Paulus di sini adalah ketika ia berkata dalam Filipi 3:7-8 “Tetapi apa yang dahulu merupakan keuntungan bagiku, sekarang kuanggap rugi karena Kristus. Malahan segala sesuatu kuanggap rugi, karena pengenalan akan Kristus Yesus, Tuhanku, lebih mulia dari pada semuanya. Oleh karena Dialah aku telah melepaskan semuanya itu dan menganggapnya sampah, supaya aku memperoleh Kristus,” Kita kenal siapa Paulus, terlepas dari usahanya mengejar dan menganiaya orang Kristen di masa lalu, ia adalah seorang terpelajar dan bisa dikatakan yang terpandai di antara orang Yahudi, bagian dari Sanhedrin (petinggi kaum Farisi), ia salah satu orang ternama di kalangan Yahudi, dan dihormati. Pengetahuannya akan hukum taurat dan kitab para nabi tak dapat tertandingi, namun semuanya itu berubah total seketika pada perjumpaannya dengan Yesus dalam perjalanan menuju Damascus. Saya lalu merenungkannya dan bertanya pada diri saya sendiri, maukah saya melepaskan segala sesuatu bagi pengenalan akan Tuhan? Saya ingin kita merenung sejenak, apa tujuan hidup kita, apa yang menjadi target atau ambisi dalam hidup kita? Bukankah keberhasilan? Bukankah untuk mencapai kebahagiaan, posisi, mencari kenikmatan hidup dan bahkan ketenaran? Pertanyaannya sekarang adalah, setelah mendapatkannya beranikah kita menukar semua itu dengan pengenalan akan Kristus? Saya bertanya-tanya, perjumpaan seperti apa yang dialami oleh Paulus sampai ia berani berkata “Tetapi apa yang dahulu merupakan keuntungan bagiku, sekarang kuanggap rugi karena Kristus. Malahan segala sesuatu kuanggap rugi, karena pengenalan akan Kristus Yesus, Tuhanku, lebih mulia dari pada semuanya. Oleh karena Dialah aku telah melepaskan semuanya itu dan menganggapnya sampah, supaya aku memperoleh Kristus,” . ini adalah sebuah statement yang tegas. Coba anda renungkan. ini bukan sekedar perjumpaan biasa. Perjumpaan ini membawa dampak bukan Cuma pada kehidupan Paulus secara rohani, tapi juga dalam semua area hidupnya. Sebelum perjumpaannya dengan Yesus, Paulus bisa dikatakan ada pada puncak tertinggi sukses, memiliki kehormatan dan kekuasaan. Jika kita gambarkan Paulus secara modern menurut gambaran orang Indonesia saat ini, maka kira-kira dia akan dipanggil dengan nama Prof.Dr. Paulus, SH, M.Sc, MA, P.hd. Dia akan dikenal sebagai ahli hukum no 1 di Negara ini dan tak tertandingi, bisa dikatakan dia selalu mendapat IPK 4.00 di setiap mata kuliahnya. Bukannya saya melebih-lebihkan, namu demikian catatan dalam sejarah alkitab bahwa memang pernah hidup seorang yang sangat terdidik di masanya dan sangat berpengaruh dan orang itu bernama Paulus dari Tarsus. Namun sangat mengagumkan ketika Paulus, orang terdidik itu berjumpa dengan Yesus, semua yang ia banggakan sebelumnya ia lepaskan. Bagi saya itu sangat WOW!!!! Bayangkan seorang yang mencapai sukses sejak usia muda dan masa depan terbentang luas di hadapannya, namun ia menukarkan semua itu hanya untuk mendapatkan satu hal, pengenalan akan Kristus. Sungguh sebuah perjumpaan yang luar biasa! Yang mengubahkan sseorang Paulus yang dulunya bangga dengan apa yang ia capai menjadi seorang pelayan Tuhan yang berani berkorban apapun juga bagi Yesus. Saya kemudian berdoa, Tuhan saya ingin perjumpaan seperti itu. Saya yakin anda juga menginginkan hal yang sama. Sempat saya bertanya pada diri saya sendiri, sudahkah perjumpaan saya dengan Yesus membuat orang lain bertanya-tanya, “bagaimana mungkin? Saya tahu siapa dia, mana mungkin?” Terlebih dari itu, sejauh manakah perjumpaan saya dengan Yesus membawa saya pada titik dimana saya berkata, “Cukup Yesus saja”. Ini menjadi kerinduan saya sekarang, dimana perjumpaan saya dengan Yesus memberanikan saya untuk berkata tidak pada hal-hal lain, bahkan pada hal yang paling saya inginkan dalam hidup ini. Kita harus jujur bahwa kita semua punya ambisi masing-masing dalam hidup ini, besar ataupun kecil. Kita semua punya rencana bagi hidup kita sendiri, bagi masa depan kita. Kadang tanpa kita sadari semua hal itu membuat kita begitu terikat dengan dunia ini, menjadikan kita orang yang mementingkan diri sendiri, tidak peduli dengan orang lain. Saya rindu untuk sampai pada titik itu, sebagaimana Paulus. Ia merelakan semuanya itu TANPA paksaan dan tanpa diminta oleh siapapun juga. Doa saya adalah agar kita sama-sama mencapai level itu, dimana kita berani berkata, “None but Jesus” Amin. Saya teringat lagu ini, yang selalu mengingatkan saya pada perjumpaan dan pengenalan akan Yesus yang tak dapat ditukar dengan apapun juga. Saya sertakan link-nya di bawah, agar bisa anda download. Tuhan berkati.

9/10/2013

Powered by Telkomsel BlackBerry®

9/08/2013

Powered by Telkomsel BlackBerry®

9/07/2013

Ўaª♌g mempunyai kerabat atau teman ўaª♌g menderita kanker dan telah berobat habis-habisan dan sudah tidak mempunyai dana lagi..

Yayasan Miracle Hope ingin membantu anda..untuk mengobati penderita kanker jenis apapun
Silahkan berikan data..untuk pemeriksaan darah dan obat akan diberikan secara gratis..
Silahkan isi data

Nama:
Alamat:
Jenis kanker:
Surat keterrangan tidak mampu dr rt/rw setempat:
Kirim via email:

Fani.ferdiani@yahoo.com
pin:23823ADB

"Membantu orang lain merupakan pekerjaan mulia.."
Silahkan bagikan broadcast ini jika anda perduli ({}) :)
Powered by Telkomsel BlackBerry®
Powered by Telkomsel BlackBerry®

7/09/2013

7/03/2013

Joel Osteen adalah seorang pembicara yang sangat luar biasa dan bertalenta dalam hal motivasi. Saya sering mendengar khotbahnya lewat mp3, menonton khotbahnya baik lewat televisi ataupun youtube. Osteen adalah salah seorang pengkhotbah favorit saya, namun semua berubah ketika dua bulan yang lalu kenalan saya seorang pendeta di America, mengkomentari status facebook saya yang adalah kutipan dari perkataan Joel Osteen. Beliau berkata, “I’m sorry to say this, Jack, but Joel Osteen is one of the biggest false teachers in America” (Maaf saya harus mengatakan ini, Jack, Joel Osteen adalah salah satu pengajar palsu terbesar di Amerika). Saya sempat tersinggung dan tidak terima dengan peryataan kenalan saya ini. Saya kesal karena ia bukan orang pertama yang mengingatkan saya tentang ajaran Joel Osteen. Saya merasa tidak ada yang salah dari pengajaran Joel Osteen. Saya tidak terima dengan pernyataan pendeta ini. Saya menganggap ia terlalu agamawi sehingga menghakimi pendeta lain. Namun malam itu di tengah kekesalan saya, saya berdoa dan saya yakin Tuhan berbicara lewat kenalan saya ini untuk menjadikan saya lebih peka soal pengajaran. Saya yakin sejak malam itu Tuhan mengajarkan saya untuk menyelidiki kembali alkitab saya. Selama beberapa minggu saya lewatkan hari-hari saya dengan melakukan penelitian kecil mengenai pengajaran Joel Osteen, dan apa yang saya dapatkan merubah pandangan saya secara total mengenai Osteen dan pengajarannya. Bukan Cuma itu, daftar orang-orang seperti Osteen pun bertambah. Orang-orang ini terkesan memberitakan tentang Yesus, namun sebenarnya mengajarkan hal-hal yang sangat bertentangan dengan alkitab, bahkan hal-hal yang bersifat penghujatan terhadap Yesus. Mereka adalah orang-orang yang tidak saya sangka-sangka. Orang-orang ini mengajarkan apa yang kita kenal sebagai injil kemakmuran (prosperity gospel), Teologi Perkataan iman (Word of Faith Theology), yang sebagian besar mengandung hal-hal yang tidak alkitabiah, dan bahkan berbahaya. Secara singkat, mereka adalah Benny Hinn, Kenneth Hagin, Kenneth Copeland, Paul Crouch, Morris Cerullo, Joyce Meyer, Creflo Dollar, T D Jakes, Bill Johnson, Paula White, Frederick Price, dan masih banyak lagi. Joel Osteen adalah salah satu dari antara mereka. Saya akan membahas tentang orang-orang di atas dalam tulisan yang berbeda. Kesempatan ini, saya akan mengupas sedikit mengenai Joel Osteen dan apa yang dipercayainya. Saya tahu ini akan menuai kritik dari para pencinta Osteen dan mungkin anda sendiri akan sulit menerimanya, karena saya pun dulu mengalaminya. Tapi bagaimanapun juga, jangan biarkan kekaguman kita pada seseorang membutakan kita pada kebenaran. Kita harus berani menjadikan alkitab sebagai dasar iman kita, dan berani berkata tidak kepada pengajaran yang bertentangan dengan firman Tuhan, sekalipun pengajaran itu disampaikan oleh orang yang paling kita kagumi dan hormati. Firman Tuhan di atas segala-segalanya! Doa saya agar Tuhan membuka mata anda untuk melihat bahaya ajaran sesat zaman sekarang dan melembutkan hati anda untuk menerima pengajaran yang sehat dari firman Tuhan. Tanpa basa-basi lagi, berikut sedikit dari yang saya dapati mengenai Joel Osteen. Joel Osteen saat diwawancarai oleh CNN mengenai Mitt Romney, apakah ia harus dipilih sebagai presiden mengingat Mitt Romney adalah seorang penganut Mormonisme, Joel mengatakan, “ saat saya mendengar Mitt berkata, saya percaya pada Yesus sebagai anak Allah dan dibangkitkan dari orang mati, saya rasa kita ada dalam ikatan yang sama dan itu cukup. Saya orangnya terbuka. Kita semua punya “pandangan” yang berbeda, namun walaupun Mormonisme bukanlah Kristen tradisional namun jika seseorang dari antara mereka mengasihi Yesus dan percaya bahwa Ia adalah Anak Allah, itu sudah cukup baik bagi saya” (Joel Osteen on CNN) Apa yang tidak diketahui atau sengaja tidak diketahui oleh Joel Osteen adalah bahwa New Age, Mormon dan Saksi Yehovah pun mengakui dan percaya pada Yesus, hanya pandangan mereka tidak sama dengan apa yang diyakini oleh Kekristenan. New Age memandang Yesus sebagai seorang Avatar, Saksi Yehovah memandang Yesus sebagai malaikat Mikael, lebih parah lagi Mormon meyakini Yesus adalah saudara dari Lucifer secara roh. Jelas di sini bahwa hanya karena seseorang berkata bahwa ia percaya pada Yesus saja itu tidak cukup! Apa yang diyakini oleh Mitt Romney saat berkata bahwa ia percaya pada Yesus adalah bahwa Yesus akan kembali lagi, namun Ia akan memerintah di Missouri, di mana akan didirikan bait suci bagi Nya. Jelas di sini bahwa Mitt Romney mempunyai konsep yang berbeda total mengenai pribadi Yesus. Mitt Romney tidak sedang berbicara tentang Yesus dalam alkitab, melainkan yesus yang lain. Jadi kitapun jangan salah mengartikan yesus yang dipercayai oleh Mitt Romney, karena itu bukanlah Yesus yang kita sembah. Yesus sendiri pernah bertanya pada murid-muridNya, “Menurut kamu siapakah Aku?” Jika pertanyaan itu diberikan kepada Mitt Romney, apakah ia akan benar-benar mengatakan bahwa Yesus adalah Anak Allah yang mati bagi dosanya dan apakah ia percaya pada pengorbanan Yesus? Jawabannya adalah TIDAK. Romney akan berkata sebagaimana penganut Mormon lainnya, bahwa Yesus menurut mereka adalah saudara Lucifer secara roh. Berikut adalah kutipan pernyataan Mitt Romney tentang Yesus ;
“Di sepanjang cerita alkitab Kristus muncul di Yerusalem, membelah bukit Zaitun untuk menghentikan perang yang akan datang yang akan membunuh semua orang Yahudi, gereja kami mempercayai hal itu. Kami juga percaya bahwa dalam ribuan tahun yang akan datang, dalam Milenium, Kristus akan memerintah dari dua tempat, dan hukum taurat akan keluar dari sebuah tempat di Missouri dan yang lainnya di Yerusalem.” Sebagaimana pendiri Mormonisme, Joseph Smith, Mitt Romney mempercayai bahwa taman Eden terletak di Missouri bagian barat dan Adam akan kembali ke Negara bagian Missouri untuk mempersiapkan millennium. Seorang pengkhotbah besar seperti Joel Osteen sudah seharusnya tahu akan hal itu, namun kenyataannya tidak. Bagaimana mungkin Joel Osteen berkata “kita ada dalam ikatan yang sama”, sedangkan sangat jelas bahwa yesus dalam mormonisme jelas bukanlah Yesus dalam alkitab. Dengan berkata bahwa “kita ada dalam ikatan yang sama” hanya karena Romney mengatakan bahwa ia percaya pada yesus, menunjukan bahwa Osteen pun percaya pada yesus yang dipercayai oleh Romney dan penganut mormon lainnya. Pernyataan Osteen ini banyak menuai protes dari banyak orang percaya di seluruh dunia. Anda bisa lihat sendiri video-video yang diunggah di youtube mengenai Joel Osteen saat diwawancarai tentang Mormon, jalan keselamatan dan homoseksual. Pengajaran lain dari Joel Osteen yang saya dapati miring dan tidak berdasarkan alkitab akan saya bahas dalam tulisan saya berikutnya. Diantaranya adalah tentang penebusan dosa manusia yg tidak terjadi di atas kayu salib, dan bagaimana manusia mempunyai kuasa seperti Tuhan untuk menciptakan. Tuhan berkati. -Jack Loloin-

Popular Posts

Edited by Jack Loloin. Diberdayakan oleh Blogger.

Author Info

Cari Blog Ini

Like This Theme

featured Slider

About Me

Hi, I am the author Elegance Blog.This blog is to provide you with daily outfit ideas and share my personal style.

Like us

Facebook

About me

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.

Praesent non leo vestibulum, condimentum elit non, venenatis

eros.

Kontributor

Contact us

Nama

Email *

Pesan *

Followers

Categories

Our Team

Slider (Add Label Name Here!) (Documentation Required)

I am the Author



Video of the Day

Sponsor

y