Enter Slide 1 Title Here

Enter Slide 2 Title Here

Enter Slide 3 Title Here

1/26/2020


'Lalu Firaun menyuruh memanggil Musa dan Harun serta berkata kepada mereka: “Aku telah berdosa sekali ini, Tuhan itu yang benar, tetapi aku dan rakyatkulah yang bersalah. Berdoalah kepada Tuhan ; guruh yang sangat dahsyat dan hujan es itu sudah cukup. Maka aku akan membiarkan kamu pergi, tidak usah kamu tinggal lebih lama lagi.” '
(Keluaran 9:27-28)


Berapa banyak dari kita (termasuk saya) yang sering bermain-main dengan kemunafikan di hadapan Tuhan dengan pertobatan fana yang sebenarnya hanyalah kamuflase. Firaun berpikir dia bisa menipu Tuhan dengan pertobatan omong kosong nya, padahal dia hanya menipu diri sendiri karena dia sendiri tahu bahwa dia tidak mau melepaskan orang-orang Israel. Hal yang sama sering kita lakukan setiap saat dengan Tuhan. Tuhan tahu diri kita dan kelemahan kita dan Dia juga tahu saat di mana kita berpura-pura dan sungguh-sungguh bertobat di hadapanNya.
Bukankah kita juga sering menipu diri sendiri dengan berkata “cukuplah teguran Tuhan kali ini”, padahal sesaat setelah ujian dan cobaan berlalu, kita menjadi seperti babi yang kembali terjun ke dalam kubangan lumpur dosa yang kita nikmati. Kedegilan dan kebebalan hati seperti inilah yang membuat Tuhan menghadirkan teguran demi teguran, karena Tuhan tahu di teguran keberapa dan sekeras apa kita akan benar-benar kapok dengan dosa.
Doa saya kita diberikan kelembutan hati dan kesadaran di saat Tuhan menegur kita sehingga kita tidak menjadi sama persis seperti Firaun yang dikeraskan hatinya sehingga dia menerima hukuman dari perbuatannya sendiri dan diserahkan pada dampak dari dosa.
Kamu tidak bisa menipu Tuhan. Tuhan tahu pasti siapa yang sedang Ia hokum.



Jack Loloin
25 January 2020

1/25/2020



Bilamana Firaun tidak mendengarkan kamu, maka Aku akan mendatangkan tangan-Ku kepada Mesir dan mengeluarkan pasukan-Ku, umat-Ku, orang Israel, dari tanah Mesir dengan hukuman-hukuman yang berat. 5Dan orang Mesir itu akan mengetahui, bahwa Akulah Tuhan, apabila Aku mengacungkan tangan-Ku terhadap Mesir dan membawa orang Israel keluar dari tengah-tengah mereka.”
(Keluaran 7:4-5)



Tuhan menetapkan tanah Kanaan sebagai tanah yang dijanjikan kepada Abraham dan keturunannya dan Tuhan setia menjaga janjiNya. Dalam penampakan kepada Musa, Tuhan berfirman bahwa orang-orang Israel akan keluar dari Mesir dengan satu tujuan, yaitu untuk menyembah Tuhan.

Tuhan memanggil kita untuk menyembahNya dan sudah selayaknya kita menyembah Tuhan yang begitu setia menjaga dan memelihara kita, sebagaimana yang dilakukanNya bagi Israel. Tuhan akan melakukan apapun juga untuk menggenapi rencanaNya bagi kita. Tuhan sudah merencanakan pembebasan Israel dari Mesir dan siapapun yang menghalangi rencana itu akan berhadapan langsung dengan Tuhan sendiri.

Kita lihat, bahwa Tuhan tidak segan menghukum Firaun yang menghalangi orang-orang Israel keluar dari Mesir. Di sini kita belajar satu hal agar kita jangan jadi seperti Firaun yang menjadi penghalang bagi penggenapan rencana dan janji Tuhan dalam hidup orang lain.

Hal yang sama bisa Tuhan lakukan bagi kita sendiri jika kita menghalangi rencana Tuhan bagi hidup kita. Ingat bagaimana orang-orang Israel yang mati di padang gurun? Tuhan memanggil mereka untuk beribadah kepadaNya tapi mereka justru beribadah kepada berhala dan menentang Tuhan. Dalam hal ini kita belajar bahwa, adalah hal terbaik bagi kita untuk tunduk pada rencana dan janji Tuhan. Apapun yang kita lewati, rencana Tuhan akan tetap terlaksana. Bagi Tuhan tidak ada rencana B atau rencana kedua, karena rencana awalNya bagi kita akan dan pasti terlaksana, sebagaimana Ayub katakan.

"Aku tahu, bahwa Engkau sanggup melakukan segala sesuatu, i  dan tidak ada rencana-Mu yang gagal”
(Ayub 42:2)

Namun kadang, alih-alih terjebak dalam sifat Firaun yang keras kepala, kita justru menjadi seperti orang Israel yang melupakan tujuan utama bagi pembebasan mereka, yaitu untuk beribadah kepada Tuhan.

Pertanyaan untuk kita renungkan ; Apakah kita sedang menghalangi penggenapan rencana Tuhan bagi hidup orang lain, ataukah justru kita sendiri menghalangi penggenapan rencana Tuhan dalam hidup kita sendiri? Dan saat kita sudah bebas, apakah kita beribadah kepada Tuhan dengan penuh ucapan syukur, ataukah kita melupakanNya?


Jack Loloin
Jumat 24 January 2020

===============================================

TOO DARE TO FIGHT GOD.


But Pharaoh will not heed you, so that I may lay My hand on Egypt and bring My [a]armies and My people, the children of Israel, out of the land of Egypt by great judgments. And the Egyptians shall know that I am the Lord, when I stretch out My hand on Egypt and bring out the children of Israel from among them.”
(Exodus 7: 4-5)

God had ordained the land of Canaan as the land promised to Abraham and his descendants and God faithfully kept His promise. In the appearance to Moses, God said that the Israelites would come out of Egypt with one purpose, to worship God.

God calls us to worship Him and it is fitting for us to worship God who is so faithful to keep and care for us, as He did for Israel. God will do anything to fulfill His plan and promise for us. God has planned the deliverance of Israel from Egypt and whoever hinders that plan will face God himself.

We see that God did not hesitate to punish Pharaoh for preventing the Israelites from leaving Egypt. Here we learn one thing, that we do not want to be like Pharaoh who became obstacles to the fulfillment of God's plans and promises in the lives of others.

The same thing God can do for us if we hinders God's plan for our lives. Remember how the Israelites died in the wilderness? God called them to worship Him, but instead of worshipping God they worshiped idols. Here we learn, that it is best for us to submit to God's plans and promises. Whatever we go through, God's plan will still be realized. For God there is no such thing as plan B or plan number two, because His original/initial plan for us will and for sure be done, as Job said:

"I know that you are able to do everything, and that none of your plans has failed."
(Job 42: 2)

But sometimes, instead of being trapped in the stubborn nature of Pharaoh, we become like the Israelites who forgot the main purpose for their deliverance, which is to worship God.

Questions for us to think about; Are we hindering the fulfillment of God's plan for the lives of others, or are we actually hindering the fulfillment of God's plan in our own lives? And when we are delivered, do we worship God gratefully, or do we forget Him?


Jack Loloin
Friday, 24 January 2020

Popular Posts

Edited by Jack Loloin. Diberdayakan oleh Blogger.

Author Info

Cari Blog Ini

Like This Theme

featured Slider

About Me

Hi, I am the author Elegance Blog.This blog is to provide you with daily outfit ideas and share my personal style.

Like us

Facebook

About me

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.

Praesent non leo vestibulum, condimentum elit non, venenatis

eros.

Kontributor

Contact us

Nama

Email *

Pesan *

Followers

Categories

Our Team

Slider (Add Label Name Here!) (Documentation Required)

I am the Author



Video of the Day

Sponsor

y