'Lalu Firaun menyuruh memanggil Musa dan Harun
serta berkata kepada mereka: “Aku telah berdosa sekali ini, Tuhan itu yang
benar, tetapi aku dan rakyatkulah yang bersalah. Berdoalah kepada Tuhan ; guruh
yang sangat dahsyat dan hujan es itu sudah cukup. Maka aku akan membiarkan kamu
pergi, tidak usah kamu tinggal lebih lama lagi.” '
(Keluaran 9:27-28)
Berapa banyak dari kita (termasuk
saya) yang sering bermain-main dengan kemunafikan di hadapan Tuhan dengan
pertobatan fana yang sebenarnya hanyalah kamuflase. Firaun berpikir dia bisa
menipu Tuhan dengan pertobatan omong kosong nya, padahal dia hanya menipu diri
sendiri karena dia sendiri tahu bahwa dia tidak mau melepaskan orang-orang
Israel. Hal yang sama sering kita lakukan setiap saat dengan Tuhan. Tuhan tahu
diri kita dan kelemahan kita dan Dia juga tahu saat di mana kita berpura-pura
dan sungguh-sungguh bertobat di hadapanNya.
Bukankah kita juga sering menipu
diri sendiri dengan berkata “cukuplah teguran Tuhan kali ini”, padahal sesaat
setelah ujian dan cobaan berlalu, kita menjadi seperti babi yang kembali terjun
ke dalam kubangan lumpur dosa yang kita nikmati. Kedegilan dan kebebalan hati seperti
inilah yang membuat Tuhan menghadirkan teguran demi teguran, karena Tuhan tahu
di teguran keberapa dan sekeras apa kita akan benar-benar kapok dengan dosa.
Doa saya kita diberikan
kelembutan hati dan kesadaran di saat Tuhan menegur kita sehingga kita tidak
menjadi sama persis seperti Firaun yang dikeraskan hatinya sehingga dia
menerima hukuman dari perbuatannya sendiri dan diserahkan pada dampak dari
dosa.
Kamu tidak bisa menipu Tuhan.
Tuhan tahu pasti siapa yang sedang Ia hokum.
Jack Loloin
25 January 2020
