Bilamana
Firaun tidak mendengarkan kamu, maka Aku akan mendatangkan tangan-Ku kepada
Mesir dan mengeluarkan pasukan-Ku, umat-Ku, orang Israel, dari tanah Mesir
dengan hukuman-hukuman yang berat. 5Dan orang Mesir itu akan mengetahui, bahwa
Akulah Tuhan, apabila Aku
mengacungkan tangan-Ku terhadap Mesir dan membawa orang Israel keluar dari
tengah-tengah mereka.”
(Keluaran 7:4-5)
Tuhan
menetapkan tanah Kanaan sebagai tanah yang dijanjikan kepada Abraham dan
keturunannya dan Tuhan setia menjaga janjiNya. Dalam penampakan kepada Musa,
Tuhan berfirman bahwa orang-orang Israel akan keluar dari Mesir dengan satu
tujuan, yaitu untuk menyembah Tuhan.
Tuhan
memanggil kita untuk menyembahNya dan sudah selayaknya kita menyembah Tuhan
yang begitu setia menjaga dan memelihara kita, sebagaimana yang dilakukanNya
bagi Israel. Tuhan akan melakukan apapun juga untuk menggenapi rencanaNya bagi
kita. Tuhan sudah merencanakan pembebasan Israel dari Mesir dan siapapun yang
menghalangi rencana itu akan berhadapan langsung dengan Tuhan sendiri.
Kita
lihat, bahwa Tuhan tidak segan menghukum Firaun yang menghalangi orang-orang Israel
keluar dari Mesir. Di sini kita belajar satu hal agar kita jangan jadi seperti
Firaun yang menjadi penghalang bagi penggenapan rencana dan janji Tuhan dalam
hidup orang lain.
Hal
yang sama bisa Tuhan lakukan bagi kita sendiri jika kita menghalangi rencana
Tuhan bagi hidup kita. Ingat bagaimana orang-orang Israel yang mati di padang gurun?
Tuhan memanggil mereka untuk beribadah kepadaNya tapi mereka justru beribadah
kepada berhala dan menentang Tuhan. Dalam hal ini kita belajar bahwa, adalah
hal terbaik bagi kita untuk tunduk pada rencana dan janji Tuhan. Apapun yang
kita lewati, rencana Tuhan akan tetap terlaksana. Bagi Tuhan tidak ada rencana
B atau rencana kedua, karena rencana awalNya bagi kita akan dan pasti
terlaksana, sebagaimana Ayub katakan.
"Aku tahu, bahwa Engkau sanggup melakukan
segala sesuatu, i dan tidak ada rencana-Mu yang
gagal”
(Ayub 42:2)
Namun
kadang, alih-alih terjebak dalam sifat Firaun yang keras kepala, kita justru
menjadi seperti orang Israel yang melupakan tujuan utama bagi pembebasan
mereka, yaitu untuk beribadah kepada Tuhan.
Pertanyaan
untuk kita renungkan ; Apakah kita sedang menghalangi penggenapan rencana Tuhan
bagi hidup orang lain, ataukah justru kita sendiri menghalangi penggenapan
rencana Tuhan dalam hidup kita sendiri? Dan saat kita sudah bebas, apakah kita
beribadah kepada Tuhan dengan penuh ucapan syukur, ataukah kita melupakanNya?
Jack
Loloin
Jumat
24 January 2020
===============================================
TOO
DARE TO FIGHT GOD.
But Pharaoh
will not heed you, so that I may lay My hand on Egypt and bring My [a]armies and My people, the children of Israel, out of the land
of Egypt by great judgments. 5 And the Egyptians shall know that I am the Lord, when I stretch out My hand on Egypt and bring out the
children of Israel from among them.”
(Exodus 7: 4-5)
God
had ordained the land of Canaan as the land promised to Abraham and his
descendants and God faithfully kept His promise. In the appearance to Moses,
God said that the Israelites would come out of Egypt with one purpose, to
worship God.
God
calls us to worship Him and it is fitting for us to worship God who is so
faithful to keep and care for us, as He did for Israel. God will do anything to
fulfill His plan and promise for us. God has planned the deliverance of Israel
from Egypt and whoever hinders that plan will face God himself.
We
see that God did not hesitate to punish Pharaoh for preventing the Israelites
from leaving Egypt. Here we learn one thing, that we do not want to be like
Pharaoh who became obstacles to the fulfillment of God's plans and promises in
the lives of others.
The
same thing God can do for us if we hinders God's plan for our lives. Remember
how the Israelites died in the wilderness? God called them to worship Him, but instead
of worshipping God they worshiped idols. Here we learn, that it is best for us
to submit to God's plans and promises. Whatever we go through, God's plan will
still be realized. For God there is no such thing as plan B or plan number two,
because His original/initial plan for us will and for sure be done, as Job said:
"I
know that you are able to do everything, and that none of your plans has
failed."
(Job 42: 2)
But
sometimes, instead of being trapped in the stubborn nature of Pharaoh, we
become like the Israelites who forgot the main purpose for their deliverance,
which is to worship God.
Questions
for us to think about;
Are we hindering the fulfillment of God's plan for the lives of others, or are
we actually hindering the fulfillment of God's plan in our own lives? And when
we are delivered, do we worship God gratefully, or do we forget Him?
Jack
Loloin
Friday,
24 January 2020