Enter Slide 1 Title Here

Enter Slide 2 Title Here

Enter Slide 3 Title Here

2/03/2020



Ketika raja itu masuk untuk bertemu dengan tamu-tamu itu, ia melihat seorang yang tidak berpakaian pesta. Ia berkata kepadanya: Hai saudara, bagaimana engkau masuk ke mari dengan tidak mengenakan pakaian pesta? Tetapi orang itu diam saja. Lalu kata raja itu kepada hamba-hambanya: Ikatlah kaki dan tangannya dan campakkanlah orang itu ke dalam kegelapan yang paling gelap, di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi.
(Matius 22:11-13 TB)


Tuhan tau perbuatanmu

Sang Raja sendiri akan datang menemui para tamu, untuk mengucapkan selamat datang kepada mereka yang mempersiapkan diri, dan untuk mengusir mereka yang datang dengan tidak mempersiapkan diri. Camkan ini, Allah penguasa surga memperhatikan secara khusus orang-orang yang mengaku  beragama, dan mereka yang memiliki tempat dan nama di dalam gereja yang kelihatan dan dalam pelayanan.

Alkitab mencatat, Tuhan kita, Yesus berjalan di antara kaki dian emas (pelayanan) dan karenanya Dia sendiri mengetahui dengan pasti perbuatan setiap orang di dalamnya.
Lihat Wahyu 2: 1; Why 2: 2.
Biarlah ini menjadi peringatan bagi kita terhadap kemunafikan, bahwa penyamaran dalam rupa apapun akan segera dilucuti, dan setiap orang akan muncul dalam warna-warnanya sendiri; dan yang menjadi dorongan bagi kita dalam ketulusan kita melayani Tuhan adalah bahwa Allah adalah saksi untuk semua itu.









02/02/2020

1/31/2020


Maka datanglah ibu anak-anak Zebedeus serta anak-anaknya itu kepada Yesus, lalu sujud di hadapan-Nya untuk meminta sesuatu kepada-Nya. Kata Yesus: “Apa yang kaukehendaki?” Jawabnya: “Berilah perintah, supaya kedua anakku ini boleh duduk kelak di dalam Kerajaan-Mu, yang seorang di sebelah kanan-Mu dan yang seorang lagi di sebelah kiri-Mu.” Tetapi Yesus menjawab, kata-Nya: “Kamu tidak tahu, apa yang kamu minta. Dapatkah kamu meminum cawan, yang harus Kuminum?” Kata mereka kepada-Nya: “Kami dapat.”
(Matius 20:20-22)


'Tetapi orang banyak itu menegor mereka supaya mereka diam. Namun mereka makin keras berseru, katanya: “Tuhan, Anak Daud, kasihanilah kami!” Lalu Yesus berhenti dan memanggil mereka. Ia berkata: “Apa yang kamu kehendaki supaya Aku perbuat bagimu?” Jawab mereka: “Tuhan, supaya mata kami dapat melihat.” Maka tergeraklah hati Yesus oleh belas kasihan, lalu Ia menjamah mata mereka dan seketika itu juga mereka melihat lalu mengikuti Dia.'
(Matius 20:31-34)



Di atas adalah pertanyaan yang sama dengan dua jawaban yang berbeda. Ibu dari Yakobus dan Yohanes datang dan meminta kedudukan dan kebesaran di Sorga, namun Yesus berkata itu merupakan kehendak Bapa dan kemudian mengajarkan para murid bagaimana untuk menjadi yang terbesar di kerajaan Sorga, yaitu dengan menjadi yang terendah dan mau menjadi pelayan bagi saudara-saudara. Namun demikian Yesus tidak menolak ibu dari Yakobus dan Yohanes untuk mengajukan permohonannya. Di sini kita belajar bahwa tidak permintaan yang terlalu besar bagi Tuhan. Yesus tidak menolak permintaan sang ibu, namun Ia memberitahu bagaimana untuk menjadi terbesar di kerajaan sorga, dan itu membutuhkan kerendahan hati. Seringkali kita hanya datang kepada Tuhan dan melemparkan permohonan kita dan tidak mau mendengar apa yang Tuhan katakana tentang apa yang kita minta.

Di sisi lain ada dua orang buta yang datang, berteriak dan memohon pada Yesus agar mereka bisa melihat. Suatu hal yang menarik di sini adalah bahwa sekalipun mata mereka buta, tapi iman mereka tidak buta. Mereka tahu benar siapakah Anak Daud yang berdiri di hadapan mereka dan mereka percaya bahwa Ia sanggup melakukan apapun juga. Dari iman yang besar itu keluar sebuah permohonan yang penuh dengan ketulusan dan kerendahan hati “Kami hanya ingin bisa melihat”.  Ketulusan dan kerendahan hati itu menggerakan hati Yesus dengan belas kasihan dan Ia langsung menjawab permohonan mereka. Bukankah ini sesuatu yang luar biasa, yaitu bahwa hal pertama yang kedua orang buta ini lihat adalah Wajah Sang Juru s’lamat.
 
Iman, Ketulusan & Kerendahan hati itu menggerakan Tuhan
Sesungguhnya Allah itu baik bagi mereka yang tulus hatinya, bagi mereka yang bersih hatinya”. (Mazmur 73:1)

“Terang sudah terbit bagi orang benar dan sukacita bagi orang yang tulus hati”.
(Mazmur 97:11)

Kata Yesus kepadanya: "Karena engkau telah melihat Aku, maka engkau percaya. w  Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya. 
(Yohanes 20:29)

Kiranya kita bisa belajar dari dua orang buta ini, yakni iman mereka, ketulusan hati mereka dan juga kerendahan hati mereka.

Dari dua contoh di atas kita dapati bahwa tidak ada hal yang terlalu besar untuk kita bisa minta dari Tuhan, karena Tuhan melihat hati. Jadi ini bukan soal permintaan yang terlalu besar tetapi apakah yang mendasari permintaan itu.

Apapun yang kita sedang minta dari Tuhan saat ini, pastikan kita minta dengan tulus dan rendah hati dan hal itu keluar dari iman kita pada Tuhan, bahwa Ia mengerti dan sanggup menjawab kita.

Tuhan Memberkati
30/January/2020








1/30/2020


Seluruh bangsa itu menjawab bersama-sama: “Segala yang difirmankan Tuhan akan kami lakukan.” Lalu Musa pun menyampaikan jawab bangsa itu kepada Tuhan.
(Keluaran 19:8)
 
Kami sanggup ikut Tuhan !!!
Sebelum hukum taurat diberikan, bangsa Israel meyakinkan diri di pasal 19, bahwa mereka sanggup melakukan apa yang Tuhan perintahkan. Sungguh hal yang terlalu berani diucapkan. Namun Tuhan seolah menerima tantangan mereka dengan memberi 10 hukum tepat di pasal berikutnya.

Di sinilah letak awal kejatuhan bangsa Israel, yaitu tinggi hati. Seolah mereka ingin membuktikan bahwa mereka bisa mendapatkan pembenaran di hadapan Tuhan dengan perbuatan mereka sendiri. Sungguh hal yang miris, karena ketika hukum taurat diberikan bangsa Israel justru sudah gagal di hukum yang pertama :
Jangan ada padamu allah lain di hadapan-Ku. (Keluaran 20:3)

Amsal benar saat berkata; Tinggi hati mendahului kehancuran. Kesomombongan sebenarnya adalah bukti bahwa kita tidak mampu melakukan sesuatu yang kita sombongkan. Bangsa Israel yang dengan berani berkata akan melakukan segala yang Tuhan perintahkan, justru gagal di hukum pertama, bahkan sebelum Musa turun dan memberi hukum itu kepada mereka, karena mereka sudah membuat patung anak lembu emas dan menyembahnya.

Seringkali kita memberi iblis alasan dan dasar yang kuat untuk mendakwa kita dengan kesombongan kita, paahal sebenarnya tidak ada satupun yang benar-benar mampu mengikuti perintah Tuhan tanpa cela. Orang percaya yang sungguh-sungguh hanya bisa bertahan oleh karena kasih karunia Tuhan, dan karena Tuhan sendirilah yang menjaga.

Bagi Dia, yang berkuasa f  menjaga supaya jangan kamu tersandung dan yang membawa kamu dengan tak bernoda g  dan penuh kegembiraan di hadapan kemuliaan-Nya, 
(Yudas 1:24)


Pembenaran kita di hadapan Tuhan adalah murni pekerjaan Tuhan sendiri tanpa ada campur tangan kita. Karena itu, adalah hal yang bodoh untuk melawan pencobaan dan godaan dengan mengandalkan kekuatan kita sendiri, karena faktanya kita tidak akan pernah bisa.
Biarkan Tuhan menolongmu dan bekerja dalam hidupmu.


-Jack Loloin-
29/January/2020

Popular Posts

Edited by Jack Loloin. Diberdayakan oleh Blogger.

Author Info

Cari Blog Ini

Like This Theme

featured Slider

About Me

Hi, I am the author Elegance Blog.This blog is to provide you with daily outfit ideas and share my personal style.

Like us

Facebook

About me

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.

Praesent non leo vestibulum, condimentum elit non, venenatis

eros.

Kontributor

Contact us

Nama

Email *

Pesan *

Followers

Categories

Our Team

Slider (Add Label Name Here!) (Documentation Required)

I am the Author



Video of the Day

Sponsor

y