Maka datanglah ibu
anak-anak Zebedeus serta anak-anaknya itu kepada Yesus, lalu sujud di
hadapan-Nya untuk meminta sesuatu kepada-Nya. Kata Yesus: “Apa yang
kaukehendaki?” Jawabnya: “Berilah perintah, supaya kedua anakku ini boleh duduk
kelak di dalam Kerajaan-Mu, yang seorang di sebelah kanan-Mu dan yang seorang
lagi di sebelah kiri-Mu.” Tetapi Yesus menjawab, kata-Nya: “Kamu tidak tahu,
apa yang kamu minta. Dapatkah kamu meminum cawan, yang harus Kuminum?” Kata
mereka kepada-Nya: “Kami dapat.”
(Matius 20:20-22)
'Tetapi orang banyak
itu menegor mereka supaya mereka diam. Namun mereka makin keras berseru,
katanya: “Tuhan, Anak Daud, kasihanilah kami!” Lalu Yesus berhenti dan
memanggil mereka. Ia berkata: “Apa yang kamu kehendaki supaya Aku perbuat
bagimu?” Jawab mereka: “Tuhan, supaya mata kami dapat melihat.” Maka
tergeraklah hati Yesus oleh belas kasihan, lalu Ia menjamah mata mereka dan
seketika itu juga mereka melihat lalu mengikuti Dia.'
(Matius 20:31-34)
Di atas adalah pertanyaan yang sama dengan dua
jawaban yang berbeda. Ibu dari Yakobus dan Yohanes datang dan meminta kedudukan
dan kebesaran di Sorga, namun Yesus berkata itu merupakan kehendak Bapa dan
kemudian mengajarkan para murid bagaimana untuk menjadi yang terbesar di
kerajaan Sorga, yaitu dengan menjadi yang terendah dan mau menjadi pelayan bagi
saudara-saudara. Namun demikian Yesus tidak menolak ibu dari Yakobus dan
Yohanes untuk mengajukan permohonannya. Di sini kita belajar bahwa tidak
permintaan yang terlalu besar bagi Tuhan. Yesus tidak menolak permintaan sang
ibu, namun Ia memberitahu bagaimana untuk menjadi terbesar di kerajaan sorga,
dan itu membutuhkan kerendahan hati. Seringkali kita hanya datang kepada Tuhan
dan melemparkan permohonan kita dan tidak mau mendengar apa yang Tuhan katakana
tentang apa yang kita minta.
Di sisi lain ada dua orang buta yang datang,
berteriak dan memohon pada Yesus agar mereka bisa melihat. Suatu hal yang
menarik di sini adalah bahwa sekalipun mata mereka buta, tapi iman mereka tidak
buta. Mereka tahu benar siapakah Anak Daud yang berdiri di hadapan mereka dan
mereka percaya bahwa Ia sanggup melakukan apapun juga. Dari iman yang besar itu
keluar sebuah permohonan yang penuh dengan ketulusan dan kerendahan hati “Kami
hanya ingin bisa melihat”. Ketulusan dan
kerendahan hati itu menggerakan hati Yesus dengan belas kasihan dan Ia langsung
menjawab permohonan mereka. Bukankah ini sesuatu yang luar biasa, yaitu bahwa
hal pertama yang kedua orang buta ini lihat adalah Wajah Sang Juru s’lamat.
 |
| Iman, Ketulusan & Kerendahan hati itu menggerakan Tuhan |
”Sesungguhnya Allah itu baik bagi mereka yang tulus
hatinya, bagi mereka yang bersih hatinya”. (Mazmur 73:1)
“Terang sudah terbit bagi orang
benar dan sukacita bagi orang yang tulus hati”.
(Mazmur
97:11)
Kata
Yesus kepadanya: "Karena engkau telah melihat Aku, maka engkau
percaya. w Berbahagialah mereka yang
tidak melihat, namun percaya.
(Yohanes 20:29)
Kiranya kita bisa belajar dari dua orang buta ini,
yakni iman mereka, ketulusan hati mereka dan juga kerendahan hati mereka.
Dari dua contoh di atas kita dapati bahwa tidak ada
hal yang terlalu besar untuk kita bisa minta dari Tuhan, karena Tuhan melihat
hati. Jadi ini bukan soal permintaan yang terlalu besar tetapi apakah yang
mendasari permintaan itu.
Apapun yang kita sedang minta dari Tuhan saat ini,
pastikan kita minta dengan tulus dan rendah hati dan hal itu keluar dari iman
kita pada Tuhan, bahwa Ia mengerti dan sanggup menjawab kita.
Tuhan Memberkati
30/January/2020