Enter Slide 1 Title Here

Enter Slide 2 Title Here

Enter Slide 3 Title Here

2/07/2020



Belakangan saya merenungkan kembali mengenai bagaimana Tuhan banyak membuka jalan dan menjawab doa lewat relasi yang dibangun dengan orang-orang baru setahun dua tahun belakangan ini.
Kadang kita kurang peka bagaimana Tuhan bekerja dan bagaiman Tuhan menjawab doa kita. Seringkali kita berdoa, ‘Tuhan tolong saya, Tuhan tolong buka jalan, Tuhan saya ingin lakukan ini, saya ingin lakukan itu’, tapi di saat yang sama kita tidak mau atau tidak berusaha memperlebar relasi kita dan ruang lingkup pertemanan kita. Padahal, Tuhan juga memakai orang-orang di sekitar kita, relasi kita, sebagai perpanjangan tangan Tuhan untuk menjawab doa kita dan juga membuka jalan/pintu bagi kita.


Di sisi lain dengan membangun relasi, kita juga memberi diri untuk menjadi alat Tuhan untuk menolong orang lain.
Di sini saya belajar untuk peka dan terbuka dan juga belajar membantu orang lain dalam hal apapun yang bisa kita lakukan, karena bisa saja Tuhan pakai kita untuk menjadi jawaban doa bagi orang lain. Karena itu saya dorong teman-teman, mari sama-sama bangun relasi baru. Perluas lingkup pertemanan dan jangan takut menyesuaikan diri dengan suasana baru dan mungkin juga kebiasaan baru, karena semua itu akan membantu membentuk mental dan karakter kita dalam kehidupan social.


Perbanyak teman itu sama dengan perbanyak pintu yang bisa saja lewatnya Tuhan pakai untuk menolong kita. Kita tidak pernah tahu dari relasi baru itu Tuhan bisa membawa peluang baru bagi kita, baik dalam pekerjaan, bisnis, pelayanan dan apapun juga.
Kalau saat ini hidup kita, keadaan kita biasa-biasa saja, atau bahkan stuck di tempat yang sama, mungki sudah saatnya kita koreksi diri. Mungkin kita terlalu eksklusif dan menutup diri, sehingga membatasi pintu berkat kita sendiri.







2/03/2020



Ketika raja itu masuk untuk bertemu dengan tamu-tamu itu, ia melihat seorang yang tidak berpakaian pesta. Ia berkata kepadanya: Hai saudara, bagaimana engkau masuk ke mari dengan tidak mengenakan pakaian pesta? Tetapi orang itu diam saja. Lalu kata raja itu kepada hamba-hambanya: Ikatlah kaki dan tangannya dan campakkanlah orang itu ke dalam kegelapan yang paling gelap, di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi.
(Matius 22:11-13 TB)


Tuhan tau perbuatanmu

Sang Raja sendiri akan datang menemui para tamu, untuk mengucapkan selamat datang kepada mereka yang mempersiapkan diri, dan untuk mengusir mereka yang datang dengan tidak mempersiapkan diri. Camkan ini, Allah penguasa surga memperhatikan secara khusus orang-orang yang mengaku  beragama, dan mereka yang memiliki tempat dan nama di dalam gereja yang kelihatan dan dalam pelayanan.

Alkitab mencatat, Tuhan kita, Yesus berjalan di antara kaki dian emas (pelayanan) dan karenanya Dia sendiri mengetahui dengan pasti perbuatan setiap orang di dalamnya.
Lihat Wahyu 2: 1; Why 2: 2.
Biarlah ini menjadi peringatan bagi kita terhadap kemunafikan, bahwa penyamaran dalam rupa apapun akan segera dilucuti, dan setiap orang akan muncul dalam warna-warnanya sendiri; dan yang menjadi dorongan bagi kita dalam ketulusan kita melayani Tuhan adalah bahwa Allah adalah saksi untuk semua itu.









02/02/2020

1/31/2020


Maka datanglah ibu anak-anak Zebedeus serta anak-anaknya itu kepada Yesus, lalu sujud di hadapan-Nya untuk meminta sesuatu kepada-Nya. Kata Yesus: “Apa yang kaukehendaki?” Jawabnya: “Berilah perintah, supaya kedua anakku ini boleh duduk kelak di dalam Kerajaan-Mu, yang seorang di sebelah kanan-Mu dan yang seorang lagi di sebelah kiri-Mu.” Tetapi Yesus menjawab, kata-Nya: “Kamu tidak tahu, apa yang kamu minta. Dapatkah kamu meminum cawan, yang harus Kuminum?” Kata mereka kepada-Nya: “Kami dapat.”
(Matius 20:20-22)


'Tetapi orang banyak itu menegor mereka supaya mereka diam. Namun mereka makin keras berseru, katanya: “Tuhan, Anak Daud, kasihanilah kami!” Lalu Yesus berhenti dan memanggil mereka. Ia berkata: “Apa yang kamu kehendaki supaya Aku perbuat bagimu?” Jawab mereka: “Tuhan, supaya mata kami dapat melihat.” Maka tergeraklah hati Yesus oleh belas kasihan, lalu Ia menjamah mata mereka dan seketika itu juga mereka melihat lalu mengikuti Dia.'
(Matius 20:31-34)



Di atas adalah pertanyaan yang sama dengan dua jawaban yang berbeda. Ibu dari Yakobus dan Yohanes datang dan meminta kedudukan dan kebesaran di Sorga, namun Yesus berkata itu merupakan kehendak Bapa dan kemudian mengajarkan para murid bagaimana untuk menjadi yang terbesar di kerajaan Sorga, yaitu dengan menjadi yang terendah dan mau menjadi pelayan bagi saudara-saudara. Namun demikian Yesus tidak menolak ibu dari Yakobus dan Yohanes untuk mengajukan permohonannya. Di sini kita belajar bahwa tidak permintaan yang terlalu besar bagi Tuhan. Yesus tidak menolak permintaan sang ibu, namun Ia memberitahu bagaimana untuk menjadi terbesar di kerajaan sorga, dan itu membutuhkan kerendahan hati. Seringkali kita hanya datang kepada Tuhan dan melemparkan permohonan kita dan tidak mau mendengar apa yang Tuhan katakana tentang apa yang kita minta.

Di sisi lain ada dua orang buta yang datang, berteriak dan memohon pada Yesus agar mereka bisa melihat. Suatu hal yang menarik di sini adalah bahwa sekalipun mata mereka buta, tapi iman mereka tidak buta. Mereka tahu benar siapakah Anak Daud yang berdiri di hadapan mereka dan mereka percaya bahwa Ia sanggup melakukan apapun juga. Dari iman yang besar itu keluar sebuah permohonan yang penuh dengan ketulusan dan kerendahan hati “Kami hanya ingin bisa melihat”.  Ketulusan dan kerendahan hati itu menggerakan hati Yesus dengan belas kasihan dan Ia langsung menjawab permohonan mereka. Bukankah ini sesuatu yang luar biasa, yaitu bahwa hal pertama yang kedua orang buta ini lihat adalah Wajah Sang Juru s’lamat.
 
Iman, Ketulusan & Kerendahan hati itu menggerakan Tuhan
Sesungguhnya Allah itu baik bagi mereka yang tulus hatinya, bagi mereka yang bersih hatinya”. (Mazmur 73:1)

“Terang sudah terbit bagi orang benar dan sukacita bagi orang yang tulus hati”.
(Mazmur 97:11)

Kata Yesus kepadanya: "Karena engkau telah melihat Aku, maka engkau percaya. w  Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya. 
(Yohanes 20:29)

Kiranya kita bisa belajar dari dua orang buta ini, yakni iman mereka, ketulusan hati mereka dan juga kerendahan hati mereka.

Dari dua contoh di atas kita dapati bahwa tidak ada hal yang terlalu besar untuk kita bisa minta dari Tuhan, karena Tuhan melihat hati. Jadi ini bukan soal permintaan yang terlalu besar tetapi apakah yang mendasari permintaan itu.

Apapun yang kita sedang minta dari Tuhan saat ini, pastikan kita minta dengan tulus dan rendah hati dan hal itu keluar dari iman kita pada Tuhan, bahwa Ia mengerti dan sanggup menjawab kita.

Tuhan Memberkati
30/January/2020








Popular Posts

Edited by Jack Loloin. Diberdayakan oleh Blogger.

Author Info

Cari Blog Ini

Like This Theme

featured Slider

About Me

Hi, I am the author Elegance Blog.This blog is to provide you with daily outfit ideas and share my personal style.

Like us

Facebook

About me

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.

Praesent non leo vestibulum, condimentum elit non, venenatis

eros.

Kontributor

Contact us

Nama

Email *

Pesan *

Followers

Categories

Our Team

Slider (Add Label Name Here!) (Documentation Required)

I am the Author



Video of the Day

Sponsor

y