Belakangan saya merenungkan
kembali mengenai bagaimana Tuhan banyak membuka jalan dan menjawab doa lewat
relasi yang dibangun dengan orang-orang baru setahun dua tahun belakangan ini.
Kadang kita kurang peka bagaimana
Tuhan bekerja dan bagaiman Tuhan menjawab doa kita. Seringkali kita berdoa, ‘Tuhan
tolong saya, Tuhan tolong buka jalan, Tuhan saya ingin lakukan ini, saya ingin
lakukan itu’, tapi di saat yang sama kita tidak mau atau tidak berusaha
memperlebar relasi kita dan ruang lingkup pertemanan kita. Padahal, Tuhan juga
memakai orang-orang di sekitar kita, relasi kita, sebagai perpanjangan tangan Tuhan
untuk menjawab doa kita dan juga membuka jalan/pintu bagi kita.
Di sisi lain dengan membangun
relasi, kita juga memberi diri untuk menjadi alat Tuhan untuk menolong orang
lain.
Di sini saya belajar untuk peka
dan terbuka dan juga belajar membantu orang lain dalam hal apapun yang bisa
kita lakukan, karena bisa saja Tuhan pakai kita untuk menjadi jawaban doa bagi
orang lain. Karena itu saya dorong teman-teman, mari sama-sama bangun relasi baru.
Perluas lingkup pertemanan dan jangan takut menyesuaikan diri dengan suasana
baru dan mungkin juga kebiasaan baru, karena semua itu akan membantu membentuk
mental dan karakter kita dalam kehidupan social.
Perbanyak teman itu sama dengan
perbanyak pintu yang bisa saja lewatnya Tuhan pakai untuk menolong kita. Kita tidak
pernah tahu dari relasi baru itu Tuhan bisa membawa peluang baru bagi kita,
baik dalam pekerjaan, bisnis, pelayanan dan apapun juga.
Kalau saat ini hidup kita,
keadaan kita biasa-biasa saja, atau bahkan stuck di tempat yang sama, mungki
sudah saatnya kita koreksi diri. Mungkin kita terlalu eksklusif dan menutup
diri, sehingga membatasi pintu berkat kita sendiri.



