'dan mereka berkata kepada
Musa: “Apakah karena tidak ada kuburan di Mesir, maka engkau membawa kami untuk
mati di padang gurun ini? Apakah yang kauperbuat ini terhadap kami dengan
membawa kami keluar dari Mesir? Bukankah ini telah kami katakan kepadamu di
Mesir: Janganlah mengganggu kami dan biarlah kami bekerja pada orang Mesir.
Sebab lebih baik bagi kami untuk bekerja pada orang Mesir dari pada mati di
padang gurun ini.” '
(Keluaran 14:11-12)
Bangsa Israel dibebaskan untuk
beribadah kepada Tuhan, karena selama dalam perbudakan mereka takkan punya
pilihan lain selain tunduk dan melakukan apapun yang diperintahkan tuannya.
Ini
merupakan gambaran yang tepat terhadap dosa yang memperbudak kita dan bagaimana
Tuhan melepaskan kita. Tuhan membebaskan kita dari dosa artinya kita sekarang
bebas untuk menyembah Tuhan dan beribadah kepadaNya dan tidak harus lagi patuh
pada dosa. Karena kita dibebaskan dari perbudakan dosa, dosa tidak punya lagi
kuasa atas kita. Sebagaimana seorang hamba yang ditebus dan dibebaskan, ia
tidak lagi wajib mematuhi perintah tuannya, karena penebusan itu menghancurkan
hubungan tuan dan hamba antara kita dan dosa. Sebagaimana Mesir tidak berkuasa
lagi atas Israel, demikian pula dosa tidak lagi berkuasa atas kita umat tebusan
Bapa.
Sebab
kamu tidak akan dikuasai lagi oleh dosa, karena kamu tidak berada di bawah hukum
Taurat, tetapi di bawah kasih karunia.
(Roma
6:14)
Memang dosa
itu memikat dan seringkali kita terpesona dan merasa berat untuk benar-benar
berkata tidak padanya. Orang Israel mengalaminya ketika mereka teringat akan
makanan di Mesir dan berharap kembali kesana dan tidak mati di padang gurun.
Padahal di seberang sana ada tanah Kanaan yang berlimpah susu dan madu.
Inilah yang
terjadi bila kita kehilangan kekaguman pada Tuhan dan janjiNya, kita akan
kembali pada dosa yang lama. Ini merupakan hal yang tragis, karena dengan
demikian kita secara tidak langsung berkata bahwa dosa kita lebih indah dan
lebih memuaskan daripada Tuhan.
Untuk itulah
kita perlu terus diingatkan akan janji Tuhan dan betapa bernilainya janji itu. Dengan
firman Tuhan kita bisa diingatkan terus akan Tuhan dan janjiNya yang indah bagi
kita.
Selama
kita tidak kagum dengan Tuhan, selama itu pula kita akan terus jatuh di dosa
yang sama.
Jack
Loloin
27/01/2020
