![]() |
| Antara Penghormatan dan Pengkhianatan |
'Dan segera ia maju mendapatkan
Yesus dan berkata: “Salam Rabi,” lalu mencium Dia. Tetapi Yesus berkata
kepadanya: “Hai teman, untuk itukah engkau datang?” Maka majulah mereka
memegang Yesus dan menangkap-Nya. '
(Matius 26:49-50)
Yudas mengkhianati Yesus dengan
sebuah ciuman, simbol dari penghormatan di antara orang Yahudi. Sebuah
pengkhianatan kadang bisa dibalut dengan sesuatu yang tampaknya rohani dan
baik, namun Tuhan sendiri tahu maksud di balik semua itu. Dalam penghormatan
kita kepada Tuhan, Ia tahu dengan pasti siapa yang benar-benar adalah
pengikutNya dan siapa yang adalah pengkhianat. Kita tidak jauh berbeda dengan
Yudas. Jika dengan penghormatan palsu Yudas mengkhianati Yesus, kita juga
sering bersembunyi di balik kesalehan palsu kita dan sadar ataupun tidak kita
sudah berulang kali mengkhianati Yesus.
Ingat ini, sebagaimana Yesus
menyapa Yudas, di setiap pengkhianatan kita Yesus berkata : “Hai teman,
untuk itukah engkau datang?” Selidiki hati kita saat kita kita datang pada
Nya, apakah kita benar-benar membawa penghormatan ataukah kita sedang membawa
pengkhianatan. Saatnya kita bercermin dan bertobat.

