Sepenggal pengalaman berharga beberapa tahun silam di sebuah gereja yang berkomitmen menjaga pengajarannya. Peristiwa ini terjadi di hari yang sama dan tanggal yang sama 6 tahun yang lalu.
Dari Gereja Calvary Chapel saya belajar mengenai Exposisi alkitab dan beberapa tahun yg lalu di Singapura, saya berkesempatan mengikuti ibadah di gereja Calvary Chapel Living Waters, Singapura dan saya mendapati satu hal yang tidak pernah saya temukan di gereja manapun yang saya hadiri di Indonesia, yaitu, gembala dan siapapun yang berkhotbah akan dinilai dan dievaluasi ajarannya sehabis ibadah.
Saya berkesempatan ikut dalam meeting para leaders dalam gereja ini sesaat setelah jemaat pulang, di mana gembala akan memberikan kesempatan kepada kami untuk menilai dan mengevaluasi dengan dasar alkitabiah apa yang tadi dikhotbahkan, apa mungkin ada yang keliru atau konteks yang tidak sesuai, dll.
Saya kagum melihat betapa terdidiknya anggota jemaat gereja dalam hal doktrin dan betapa rendah hatinya sang gembala dalam menerima kritikan dan masukan dari jemaat dan leaders perihal ajarannya.
Ketika gereja modern besar menjamur dengan pembicara motivasinya, di tengah kota kecil Singapura ada gereja yang memilih untuk menjaga kemurnian ajarannya. Belum pernah saya temukan gereja seperti ini di Indonesia dan khususnya di Kupang.

