http://m.facebook.com/l.php?u=http%3A%2F%2Fbit.ly%2FThemeStudioBB&h=fe1ef&refid=7&m_sess=1sXvvn-6ToID9dy
Have a good try.
-Jack Loloin-
Powered by Telkomsel BlackBerry®
"Sebab upah dosa ialah maut; tetapi karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus, Tuhan kita." (Roma 6:23).
"For the wages of sin is death; but the gift of God is eternal life through Jesus Christ our Lord." (Romans 6:23).
I love the way the bible describes death as the wages of sin. What does it mean?
Let's take a look at the word wage. Why does the bible use the term "wage"? Why not punishment, why not result or why not payment? Why wage. I used to learn about the difference between the word wage and salary. Both seem to have the same meaning but they differ in the way they're obtained. Salary is what we get at the end of the month/beginning of the next month after doing a certain work, while wage is what we get right away after doing a certain work. In relation to sin, death is what we get right away after sinning. It won't wait till you die, it comes to you right away when you sin. What is death anyway? Death is not being lifeless only, its not all. Death is more than that. What the bible says about it? God is holy so we as His children must be holy. We are to be holy as we are the temple of the Holy God. What happen when the temple is desecrated? God won't be dwelling there. So death means separation with God.
What God said to Adam in Genesis?
"But of the tree of the knowledge of good and evil, thou shalt not eat of it: for in the day that thou eatest thereof thou shalt surely die." (Genesis 2:17).
When Adam and Eve disobeyed God, they were casted out of Eden and lose their fellowship and relationship with God. Men couldn't come to God by themselves because of their sin of disobedience. See, when we sin we are separated with God. Jesus said "Apart of me you can do nothing!" That's death - Separation.
This answers one of the most controversional questions "why are there sufferings in this world?" Its because of sin. It gives us the answer as well, we know sin is the cause but we know Christ is the cure.
I'm not saying things are going to be easy if we receive Christ. Don't get me wrongly, because the joy we have in Him is much greater than the suffering we have in this life. Besides, isn't He the one who says : I will never leave you nor forsake you?
So death won't wait till you die.
We will see what the bible says about life in my next post.
May the Lord bless you.
-Jack Loloin-
Powered by Telkomsel BlackBerry®
Tidak banyak yang mereka hasilkan dari menjual lukisan sang suami. Dengan kondisi ekonomi yang pas-pasan di tambah lagi dengan kebutuhan sepuluh orang anak, mereka semakin terpuruk. Keadaan seperti itu memaksa ibu Tukiyem untuk mendatangi rumah sahabat, kenalan dan tetangga untuk meminta bantuan. Sekalipun sudah bersusah payah keadaan mereka nampaknya tak berubah. Mereka hampir saja menyerah. Di tengah kesulitan yang menghimpit, ibu Tukiyem mencoba untuk memulai usaha kecil dari kemampuan memasaknya, namun apa daya mereka tak memiliki modal. Akhirnya, keterpurukan mereka membawa ibu Tukiyem bertemu dengan seorang pedangang keturunan Cina bernama ibu Rahayu. Ibu Rahayu memiliki sebuah toko sederhana yang menjual peralatan rumah tangga dan kebutuhan sehari-hari. Dalam kesibukan kerjanya di toko, ia didatangi ibu Tukiyem yang pada saat itu sedang mencari orang yang mungkin bisa membantunya secara finansial untuk memulai usahanya. Dengan penuh belas kasihan, walaupun mereka tidak saling kenal satu sama lain namun ibu Rahayu akhirnya mengambil satu dari barang jualannya yaitu sebuah panci presto dan memberikannya pada ibu Tukiyem dengan harapan pemberiannya dapat berguna dan menolong ibu Tukiyem untuk memulai usahanya, yakni bandeng dan ayam presto.
Setelah saat itu mereka tidak pernah lagi bertemu, karena tempat tinggal mereka yang terpisah jarak. Dengan panci presto itu akhirnya ibu Tukiyem memulai usaha kulinernya, yaitu bandeng dan ayam presto. Dengan tiada lelah ia menawarkan masaknnya kepada setiap orang yang ditemuinya. Sesulit apapun hidup, ibu Tukiyem tak pernah menyerah. Kesepuluh orang anaknya menjadi motivasi tersendiri baginya untuk terus berjuang membantu suaminya.
Ibu Rahayu sendiri, karena himpitan ekonomi akhirnya menutup tokonya dan beralih ke usaha baru yaitu biro perjalanan. Banyaknya orang yang dia temui membuat dia lupa pada orang yang pernah ditolongnya, sampai pada suatu hari setelah dua puluh tahun sejak ia masih menjadi pedagang ia didatangi seseorang dengan menggunakan mobil bersama keluarganya dan disertai kru dari sebuah stasiun TV. Dengan kebingungan ia bertanya siapa mereka dan mengapa ada juru kamera? Dengan penuh senyuman seorang ibu yang sudah tua menyodorkan sebuah parcel yang berisi bandeng presto kepada ibu Rahayu sambil berkata , "saya Tukiyem dan anda pernah membantu saya dua puluh tahun yang lalu pada saat saya sedang kesusahan dengan memberikan kepada saya sebuah panci presto." "Hari ini saya mau berterima kasih kepada anda, karena kebaikan anda sekarang kesepuluh orang anak saya sudah berhasil bahkan ada yang berhasil menjadi dokter". Dari sebuah panci presto ibu Tukiyem memulai usaha cateringnya dari nol.
Ibu Rahayu sendiri masih tidak percaya. Dua puluh tahun yang berlalu membuat ia lupa bahwa ia pernah membantu ibu Tukiyem, karena pada waktu itu mereka tidak saling mengenal. Namun kebaikan hati ibu Rahayu telah mengubah hidup ibu Tukiyem dan keluarga. Ia sendiri tidak menyadari bahwa panci presto yang pernah ia berikan telah menjadi titik balik dari kehidupan satu keluarga.
Kita mungkin tidak melihat adanya keuntungan dalam menolong orang lain apalagi mereka yang tidak kita kenal, tapi kita tidak pernah tahu bahwa satu perbuatan baik kita yang kecil bisa membawa perubahan besar dalam hidup seseorang.
Kisah di atas juga mengajarkan kepada kita untuk tidak pernah melupakan orang yang pernah berjasa dalam kehidupan kita tak peduli sekecil apapun pertolongan mereka.
Mari sama-sama kita membawa perubahan besar dengan memulainya dari satu hal kecil yang nyata.
DSR : Do Something Real.
God bless you,
-Jack Loloin-
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Hi, I am the author Elegance Blog.This blog is to provide you with daily outfit ideas and share my personal style.
Join with Thousands Of Subscribers ! Get Our Latest Articles Delivered to Your email Inbox!
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.
Praesent non leo vestibulum, condimentum elit non, venenatis
eros.
Copyright ©
Tiga Dini Hari | Powered by Blogger
Design by SimpleWpThemes | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com