Enter Slide 1 Title Here

Enter Slide 2 Title Here

Enter Slide 3 Title Here

1/19/2020

Tetapi sekarang, janganlah bersusah hati dan janganlah menyesali diri, karena kamu menjual aku ke sini, sebab untuk memelihara kehidupanlah Allah menyuruh aku mendahului kamu. Jadi bukanlah kamu yang menyuruh aku ke sini, tetapi Allah; Dialah yang telah menempatkan aku sebagai bapa bagi Firaun dan tuan atas seluruh istananya dan sebagai kuasa atas seluruh tanah Mesir.
(Kejadian 45:5‭, ‬8 TB)

Even your enemies are for you

Bersyukurlah untuk para musuhmu, karena mereka juga ada untuk melengkapi rencana Allah bagimu. Mereka membencimu, merancangkan yang jahat dan berusaha menyingkirkanmu dan mungkin mereka berhasil. Tapi sama seperti saudara-saudara Yusuf, mereka tidak tahu bahwa bahkan rancangan jahat merekapun adalah bagian kecil dari rencana besar Allah bagimu. Sesaat mereka mungkin bersukacita karena berpikir mereka berhasil menyingkirkanmu, tapi mereka justru membawamu selangkah lebih dekat dalam penggenapan rencana Allah. Jangan membenci mereka, karena mereka tidak tahu apa yang sedang mereka perbuat. Tetap setia dalam proses Bersama Tuhan dan biar Tuhan menjadi pelindungmu. Manusia bisa menghentikanmu, tapi mereka tidak bisa menghentikan rencana Allah bagimu.

Yesus juga pernah mengalami pengkhianatan seperti Yusuf, di mana Dia dijual oleh murid dan sahabatNya sendiri, Yudas. Namun pengkhianatan Yudas hanyalah bagian dari penggenapan rencana besar Allah dalam Yesus. 

Yesus meninggalkan pesan ini : 
Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu. Karena dengan demikianlah kamu menjadi anak-anak Bapamu yang di sorga, yang menerbitkan matahari bagi orang yang jahat dan orang yang baik dan menurunkan hujan bagi orang yang benar dan orang yang tidak benar.

(Matius 5:44‭-‬45 TB)

 -----------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Be thankful for your enemies, because they are also there to complete God's plan for you. They hate you, devise evil and try to get rid of you and maybe they succeeded. But just like Joseph's brothers, they did not know that even their evil plan was a small part of God's master plan for you. For a moment they may rejoice because they think they got rid of you, but they actually bring you one step closer to fulfilling God's plan. Do not hate them, because they do not know what they are doing. Remain faithful in the process with God and let God be your protector. Men can stop you, but they cannot stop God's plan for you.

Jesus also experienced betrayal like Joseph did, where He was sold by His own disciple and friend, Judas. But the betrayal of Judas was only a part of the fulfillment of God's master plan in Jesus.


Jesus left this message:
44 [a]But I say to you, love your enemies, bless those who curse you, do good to those who hate you, and pray for those who spitefully use you and persecute you, 45 that you may be sons of your Father in heaven; for He makes His sun rise on the evil and on the good, and sends rain on the just and on the unjust.
(Matthew 5:44-45 NKJV)


Tuhan memberkati. 

* Dari saat teduh pribadi, menurut pembacaan alkitab harian setahun (YouVersion)

Jack Loloin

Kupang, 19 Januari 2020



Di bawah ini adalah generasi Loloin, mulai dari Oopa buyut saya.
Berdasarkan cerita orangtua, Kami awalnya berasal dari Maluku (Maluku Utara) tetapi sekitar abad 17/18, salah satu leluhur kami yang adalah seorang pelaut dan nelayan terdampar di Pulau Rote dan menandai awal keberadaan Loloin di Rote dan kemudian bermigrasi ke Kupang – Timor Barat. Entah bagaimana, kami kehilangan kontak dengan keluarga kami di Maluku sejak abad itu dan salah satu impian saya adalah menemukan mereka kembali. Itu tidak mudah.

Ada kisah menarik beberapa puluh tahun yang lalu ketika mama bertemu dengan salah satu keluarga kami dari Maluku yang namanya sama dengan nama mama. Mereka masih berkomunikasi beberapa kali sampai kerusuhan Ambon terjadi dan kami tidak pernah mendengar dari mereka lagi sejak saat itu.

Saya yang penasaran denga nasal-usul keluarga lalu kemudian mencoba melakukan pencarian lewat media social. Pencarian terakhir saya terhadap Nama Keluarga Loloin (2007-2009) menghasilkan temuan ada yang bernama Monica Loloin di Rumania (kemungkinan staff Kemenlu dan seorang diplomat Indonesia) dan Barbara Loloin di New Jersey (AS) . Entah bagaimana, sulit untuk menghubungi mereka karena email mereka berada di luar jangkauan. Sekarang kami memiliki lebih dari satu Loloin di Facebook sehingga mudah untuk terhubung kembali.

Tujuan saya dalam memposting ini adalah bahwa jika Anda kebetulan bertemu seseorang dengan nama belakang Loloin, Anda dapat memberi tahu saya:)

Jadi, inilah keturunan dari Loloin.
PS: Jacobus January Abia Loloin adalah nama lengkap saya:)

Di bawah ini adalah Stamboom / Silsilah Keluarga Loloin dari Opa Buyut saya; Abia Loloin yang lahir di tahun 1700 / 1800an.

STAMBOOM VOOR LOLOIN FAMILY

ABIA LOLOIN & ANNIKA LOLOIN-MBADO

Anak-anak dan Menantu :

Jeremias Loloin / Opa Emi (alm)
Agustina Loloin-Ndolu (alm)
Alberth Loloin / Opa Abe (alm)
Junus Loloin / Opa Unu (alm) -> Sarlin Manukoa (almh)
Ferderika Loloin / Oma Rika (almh) -> Johanis Dillak (alm)
Johanis Loloin / Opa Nani (alm) -> Theresia Balukh (almh)
Hendrik Loloin (alm)
Hermanus Loloin -> Sarah Martindas (almh)


JEREMIAS LOLOIN
Anak-anak :

Fenci Loloin
Efrain Loloin
Daniel Loloin -> Lina Manukoa
Lina Loloin


AGUSTINA LOLOIN – NDOLU
Anak-anak :

Sarah Ndolu -> David Neta
Paulina Ndolu -> Martinus


ALBERTH LOLOIN (tenggelam dengan ferry)
JUNUS LOLOIN -> SARLIN MANUKOA
Anak-anak :

Asnat Antonetha Loloin
Johana Suzana Loloin
Anikka Ferderika Loloin – Likku
Naema Margaretha Loloin


FERDERIKA DILLAK - LOLOIN
Anak-anak :

Hanna Dillak -> Adrianus Balukh
Christian Dillak (mantan bupati Rote) -> Ellen Saba
Beatrix Dillak -> Adrianus


JOHANIS LOLOIN
Anak-anak :

Jusuf Loloin (pitai) -> Cleopatra Solu
Abia Loloin
Sarah Loloin
Samuel Loloin
Fredick Loloin (pitai) -> Sarah Tanao
Welmince Loloin


HENDRIK LOLOIN
Anak-anak :

Asnat Loloin
Lina Loloin
Abia Loloin -> Sarah


HERMANUS LOLOIN (Jakarta) -> SARAH MARTINDAS
Anak-anak :

Jhony Loloin -> Mery Elia
Anak-anak :

Saraswati Loloin
Zeno Loloin

===============================================================

JUNUS LOLOIN -> SARLIN LOLOIN-MANUKOA (Opa & Oma)

Asnat Antonetha Loloin (Tidak menikah)
Johana Suzana Loloin (Tidak menikah)
Anikka Ferderika Likku-Loloin -> Frans Bobo Likku
Naema Margaretha Loloin -> Johnson Mozes


ANIKKA FERDERIKA LIKKU-LOLOIN

Sherly Lali Likku, S.Sos -> Piter Arnold Fomeny, S.Sos
Winny Leny Octovy Likku, SE
Jakka Uyun Kadiwone Likku


NAEMA MARGARETHA LOLOIN – JOHNSON MOZES

Suzermy Octosarny Loloin
Pabianto Jeremay Albertho Loloin
Jacobus January Abia Loloin
Johanes Jenuery Abia Loloin
Aditya Sarlince Dede Loloin



Sebuah perenungan dari saat teduh dan bacaan alkitab harian setahun.

Memang Yusuf mengenal saudara-saudaranya itu, tetapi dia tidak dikenal mereka. Lalu teringatlah Yusuf akan mimpi-mimpinya tentang mereka. 
(Kejadian 42:8‭-‬9a)

Mimpi atau janji yang Tuhan beri tidak menjamin hidup kita akan bebas dari kesakitan. Dan Tuhan tidak berhutang penjelasan pada kita saat hal buruk menimpa kita. Memang akan sangat mudah untuk mendendam dan membenci, dan mempertanyakan kebaikan Tuhan, tapi jika kita seperti Yusuf, mau percaya pada penyertaan Tuhan maka Tuhan sendiri yang akan membawa kita melewati semua itu. Dan dalam penyertaanNya, Ia sanggup mengubah rancangan buruk manusia menjadi kebaikan bagi kita.

Ketika saudara-saudara Yusuf datang membeli gandum di Mesir, teringatlah Yusuf akan mimpinya. Dia akhirnya mengerti kenapa Tuhan izinkan dia melewati segala pengalaman pahit yang ia lewati dan itu membuat dia mengampuni saudara-saudaranya, karena ia tahu sekalipun saudara-saudaranya melakukan hal yang jahat terhadap dirinya, tetapi Tuhan bekerja lewat semua itu dan membawa dia ke tempat di mana ia berada.

Hari itu akan tiba, ketika kamu melihat kembali ke belakang kepada janji yang Tuhan beri dan menyaksikan penyertaan Tuhan sepanjang jalan. Saat itu kamu akan berkata, "Tuhan kini saya mengerti kenapa saya harus melewati apa yang saya lewati. Di hari itu juga kamu akan tersenyum pada kesakitan dan kekecewaan di masa lalumu, dan berterimakasih pada orang-orang yang menyebabkannya, karena mereka menjadi pelengkap kisah Tuhan dalam hidupmu. Tanpa mereka, semua ini tidak akan masuk akal dan kamu tidak punya alasan untuk bersyukur akan masa lalumu.

Roma 8:28 berkata ;
Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan 1  j  bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil k  sesuai dengan rencana l  Allah.

Siapa yang hidup dalam rencana Tuhan, akan Tuhan sertai.

Tuhan Memberkati.



18 Januari 2020,
Jack Loloin.






1/13/2020

*Mengenai Garam & Terang* (Matius 5:13-16)
Kita sering mendengar banyak orang Kristen mengatakan: “kita harus *menjadi* garam dan terang dunia”. Ungkapan seperti ini ternyata tidak sepenuhnya tepat. Tuhan Yesus mengajarkan bahwa *kita adalah* garam dan terang. Ini lebih tentang identitas kita di tengah-tengah dunia, bukan sekadar peranan. Peranan justru muncul dari identitas. Persoalan di dunia bukan terjadi karena tidak ada garam atau terang, tetapi karena garam itu telah menjadi tawar dan terang itu telah ditutupi oleh gantang.

1/12/2020

Sekilas terbesit dalam pikiran saya mengenai kualitas gereja secara individu dan organisasi. Bagaimana sebuah gereja dijalankan dan bagaimana gereja melayani dan bagaimana gereja menciptakan budaya yang berdampak bagi kehidupan bermasyarakat.
Sampai detik ini di mana tulisan ini saya buat, kira-kira sudah ada sepuluh gereja berbeda yang saya hadiri, baik secara aktif maupun pasif. Banyak hal yang saya pelajari dari gereja-gereja ini. Dari disiplinnya, musiknya, kekeluargaannya, bahkan hal-hal yang tidak seharusnya dicontohi.

Saya dapati bahwa tidak ada gereja yang sempurna dan tidak ada gereja yang 100% sesuai dengan keinginan kita. Tapi kalau mau jujur, dari pengamatan saya pribadi, gereja perlahan mulai kehilangan tujuan dan arah. I mean, gereja jadi sekedar ajang kumpul atau social club tanpa visi misi yang benar-benar untuk menjangkau dan merubah dunia, sehingga orang tidak lagi mempertimbangkan kualitas rohani sebagai tolak ukur untuk menjadi jemaat, melainkan selama nama Tuhan disebut then its good enough.

Banyak hal dalam hidup yang seharusnya bisa dimulai dari gereja, namun harus kita akui gereja seolah kehilangan rasa dan sinarnya mulai redup. Alih-alih menjadi garam dan terang, tidak sedikit gereja yang ditawari dan digelapkan. Tidak sedikit gereja yang menjadi liberal dan mengadopsi sekularisme di dalamnya. Bukan lagi menjadi tempat dimana moral baik diajarkan, gereja modern saat ini seolah menjadi tempat toleransi bagi ketidakbermoralan. Jemaat bisa datang semaunya, berpakaian semaunya, bergaya semaunya, dan oleh gereja diterima tanpa ada usaha untuk merubah mereka dan dalih "semua butuh proses" menjadi alasan kenapa perubahan ataupun teguran tidak kita temukan dalam gereja itu.

Lalu kemudian kita lihat sebuah institusi yang lebih besar yang disebut "negara" yang mana gereja menjadi bagian di dalamnya. Dengan konflik dan strugle yang dihadapi sebuah negara, beban ini harusnya lebih ringan karena ada orang Kristen di dalamnya. Orang Kristen / gereja harus menjadi alasan kenapa bangsa ini harus maju. Terlalu sering kita menaruh beban begitu banyak pada pemerintahan dan terlalu banyak keluhan kita tujukan bagi pemerintah tanpa melihat diri kita sendiri sebagai gereja, yang dipanggil Tuhan untuk menjawab kebutuhan-kebutuhan dalam bangsa ini.

Coba kita jujur saja, lihat ke sekeliling gedung gereja kita atau rumah jemaat kita. Berapa banyak orang miskin, orang sakit, orang terbuang yang sama sekali tidak terjangkau oleh gereja?
Seharusnya kita bercermin dan bertanya apa yang sudah kita perbuat sebagai gereja untuk kemajuan bangsa ini? Kita tidak bisa dan tidak boleh menyalahkan pemerintah atas kemiskinan, kejahatan, kemunduran bangsa kita, kalau kita sebagai gereja tidak berbuat apa-apa.

Gereja harusnya menjadi jawaban atas masalah dalam bangsa ini, dan bukan menyumbang masalah bagi bangsa. Kualitas sebuah bangsa harus bisa dilihat dari kualitas gerejanya. Contoh kecilnya, kita tidak bisa berharap menjadi masyarakat yang menghargai waktu, jika sebagai jemaat gereja kita sendiri sering terlambat beribadah. Jika ibadah pada Tuhan saja kita remehkan, lalu kita bermimpi punya masyarakat yang on time? Sejauh mana para gembala dan leaders dalam gereja menitikberatkan disiplin dalam bagi jemaatnya? Dengan begitu banyak jumlah warga miskin dalam masyarakat kita, seberapa sering gereja datang dan membantu meringankan beban mereka? Sudah lupakah kita bahwa alkitab tidak pernah berkata bahwa orang miskin adalah tanggung jawab negara melainkan tanggung jawab orang percaya?

Saya suka melakukan observasi pada setiap gereja yang saya datangi. Pertanyaan yang sering saya ajukan adalah, jika cara mereka melayani seperti ini, cara mereka bersosialisasi seperti ini, cara mereka berkomunikasi seperti ini, bayangkan seperti apa output yang dihasilkan jemaat ini bagi bangsa? Jika jumlah jemaat yang terlambat selalu banyak dan tidak ada usaha dari para leaders untuk mengatasinya, hampir pasti kualitas yang sama akan muncul dalam dunia kerja dan semua aspek kehidupan. Lalu kita menyalahkan pemerintah? Are you kidding me? Jika bangsa ini mau berubah, perubahan itu harus dimulai dari gereja!

Saya teringat akan kutipan dalam Matius 5:13-16

"Kamu adalah garam dunia . Jika garam itu menjadi tawar, dengan apakah ia diasinkan? Tidak ada lagi gunanya selain dibuang dan diinjak orang. Kamu adalah terang dunia. Kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin tersembunyi. Lagipula orang tidak menyalakan pelita lalu meletakkannya di bawah gantang, melainkan di atas kaki dian sehingga menerangi semua orang di dalam rumah  itu. Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik  dan memuliakan Bapamu yang di sorga."

Juga kutipan dari 2 Tawarikh 7:14

dan umat-Ku yang atasnya Nama-Ku disebut, merendahkan diri, berdoa dan mencari wajah-Ku serta berbalik dari jalan-jalannya yang jahat, maka Aku, Aku akan mendengar dari surga dan akan mengampuni dosa mereka serta memulihkan negeri mereka.

Pemulihan dan kebaikan suatu bangsa adalah beban dari orang percaya di dalamnya. Sudah saatnya gereja menjadi penghasil individu berkualitas dan berkompetensi bangsa ini, yang bukan cuma baik secara rohani tapi juga bermanfaat bagi kemanusiaan. 
Sudah saatnya kita berhenti hanya sekedar pergi ke gereja tapi menjadi gereja yang sebenarnya. Saya rindu saat di mana ketika dunia mencari pribadi terampil dan kompeten, maka mereka akan mencari gereja. Semoga itu juga menjadi kerinduan anda. 

Tuhan memberkati

-Jack Loloin-


1/07/2020

So yeah, today I turned 32. I am writing this down for me to look at years later to keep me humble, to let me know that yeah I've been here and I made it out. 2019 has been a tough year for myself. I had a job I never dreamt of, being in a position I thought I could never be. What could be better than that? I got paid like never before. That was the year of abundance to me financially. Moved to a bigger house, a house that I did not spent any money buying, a house of grace. Got myself a cleaner and better room for myself with a music studio equipment. Been dreaming of this since 10 years ago. Never thought it would be possible.

But I dont think I thanked God enough for that. Life was spent for work that weighed me down day after day. Life was all around numbers, target, deadlines, and those sleepless nights that kept reoccurring everyday and wont give a break. Then the fear of losing rushed in. What if I can't make it? what if I failed? Fear of replacement haunt me and wont seem to let me go. The sense of insecurity has grip over me. Feel like I'm holding on too tight to this job that I don't think I can keep for long.
Being too proud of my position, taking refuge in my income and lived life as an irresponsible human being, was a sin that God hates in me, a sin I am too well enjoying.

I could feel the devil take this against me before God and asked to let him test and try me like he did to Job. I know the power of wealth and how it can entice us, yet I was too overwhelmed by what it offers and got blown away. That pleasure of buying whatever, whenever, wherever, caught me off the wisdom. Spent everything, not taking into consideration that God could take it all back anytime, anyhow.

And that day came, the day I never expected. The day I was not given a choice to defend myself. Felt like the whole world turned their back on me. This was the day I had to say farewell to all this glory, all these pleasure, all this pride and exchanged all that with pretence that i am okay. It all seem to be unfair to me. "Why have You done this to me, God? I thought You want me to have this job. I never asked for this, yet You gave it to me and now You're taking it back without telling me why or at least what You want me to do in exchange." What do I tell the people out there? what about those monthly bills? what about these prospective business I wanted to do? How am I gonna do this all from zero?

I wished I could have something permanent like everybody else. But now I am left with wander. If You dont want me to have it, why bother giving it in the first place? Didn't I pray and seek Your wisdom? You know my prayer too well, Lord, a humble prayer of a filthy servant that echoes in Your presence every day and every year; If this is not my blessing, keep me away from it. Dont let me take or do what is not meant for me. Dont even let me step in. WHAT DO YOU WANT FROM ME?
Isn't taking the love of my life enough for you? Didn't I pray the same prayer? Did You really hear me or maybe You just dont care, so why should I? Three years for nothing. All the ups and downs, all those highs and lows and here I am, betrayed, left, ashamed, embarrassed, played and treated like a fool. What a hopeless romantic i've been. Then I found myself another sweet smile on that beautiful face that thought would be "the one". Thought I finally found the melody for the unfinished song. I gave her my music just for to find out that she gave it to somebody else, then she came back with an innocent smile, saying ; lets do it again! Oh what a fool I've been.

Picking up these pieces, i try to make sense of everything but still I am lost. Why should I try again when I dont even have a clue? Why should I move on when I dont even know where I am going?
Lord, would You help me? Where do I run to but You? I have lost faith in all this things, dont let me lose faith in You. I am tired, Lord. Hear me and save me.

If this is a test, help me because I dont understand Your way. If this is a punishment, Lord forgive me. I can't do it anymore. I'm waiting on You Lord. Dont let this hope die in me. Help me to trust You.
Bring me back to where I should be and help me to start again. With You.

January 6th, 2020
-God's filthy servant-







9/16/2019

Popular Posts

Edited by Jack Loloin. Diberdayakan oleh Blogger.

Author Info

Cari Blog Ini

Like This Theme

featured Slider

About Me

Hi, I am the author Elegance Blog.This blog is to provide you with daily outfit ideas and share my personal style.

Like us

Facebook

About me

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.

Praesent non leo vestibulum, condimentum elit non, venenatis

eros.

Kontributor

Contact us

Nama

Email *

Pesan *

Followers

Categories

Our Team

Slider (Add Label Name Here!) (Documentation Required)

I am the Author



Video of the Day

Sponsor

y