Enter Slide 1 Title Here

Enter Slide 2 Title Here

Enter Slide 3 Title Here

2/24/2020


Sepenggal pengalaman berharga beberapa tahun silam di sebuah gereja yang berkomitmen menjaga pengajarannya. Peristiwa ini terjadi di hari yang sama dan tanggal yang sama 6 tahun yang lalu.

Dari Gereja Calvary Chapel saya belajar mengenai Exposisi alkitab dan beberapa tahun yg lalu di Singapura, saya berkesempatan mengikuti ibadah di gereja Calvary Chapel Living Waters, Singapura dan saya mendapati satu hal yang tidak pernah saya temukan di gereja manapun yang saya hadiri di Indonesia, yaitu, gembala dan siapapun yang berkhotbah akan dinilai dan dievaluasi ajarannya sehabis ibadah.

Saya berkesempatan ikut dalam meeting para leaders dalam gereja ini sesaat setelah jemaat pulang, di mana gembala akan memberikan kesempatan kepada kami untuk menilai dan mengevaluasi dengan dasar alkitabiah apa yang tadi dikhotbahkan, apa mungkin ada yang keliru atau konteks yang tidak sesuai, dll.

Saya kagum melihat betapa terdidiknya anggota jemaat gereja dalam hal doktrin dan betapa rendah hatinya sang gembala dalam menerima kritikan dan masukan dari jemaat dan leaders perihal ajarannya.

Ketika gereja modern besar menjamur dengan pembicara motivasinya, di tengah kota kecil Singapura ada gereja yang memilih untuk menjaga kemurnian ajarannya. Belum pernah saya temukan gereja seperti ini di Indonesia dan khususnya di Kupang.


2/20/2020



Apa yang akan saya katakan mungkin akan mengejutkan Anda. Mungkin bahkan menyinggung Anda ...

Tetapi jika Anda ingin memiliki klien, pelanggan, dan penjualan sebanyak mungkin yang bisa Anda tangani, Anda harus mengakui bahwa apa yang akan saya sampaiakan itu benar akan menyinggung anda.



Sebagian besar pengusaha tidak memiliki bisnis, yang mereka miliki hanyalah pekerjaan ...

Anda lihat, bagaimana mereka menjadi budak bisnis mereka .

Berjalan berkeliling sambil menyeret bola dan rantai yang dikaitkan di kaki mereka, ya seperti budak.

Mereka memulai bisnis mereka karena hasrat, kebebasan, dan napsu untuk mendapat lebih.

Tapi kemudian di suatu tempat dalam perjalanan, mereka tersesat .

Hal itu dimulai dengan bagaimana mereka memeriksa email mereka segera setelah mata mereka terbuka di pagi hari, khawatir bahwa api mungkin telah membakar bisnis mereka hingga rata ke tanah dalam semalam.

Mereka terjebak dalam 'neraka taktis' berurusan dengan kegiatan dan kesibukan yang menghabiskan waktu, yang menguras kehidupan mereka dan tidak memajukan bisnis mereka.

Sekarang bandingkan dengan pengusaha yang memiliki bisnis yang sukses dan berkembang pesat.

Sebuah bisnis yang secara konsisten menghasilkan kumpulan pelanggan baru, klien & pendapatan setiap minggu sebagaimana jam dinding bekerja.

Mereka memiliki sistem otomatis dan tim untuk menjalankan operasi sehari-hari dan 'pekerjaan kasar' dari bisnis mereka.

Mereka mendapatkan biaya yang lebih tinggi, menghasilkan lebih banyak keuntungan dan tumbuh dengan kecepatan kilat.

Mereka seumpama superhero bisnis .

Nah, pernahkah Anda bertanya pada diri sendiri..

Apa perbedaan antara seorang koki yang memulai bisnis katering dan lalu 20 tahun kemudian menyadari bahwa dia pada dasarnya menciptakan pekerjaan, bukan bisnis?

Dan orang lain yang memulai bisnis katering dan dalam 10 tahun memiliki 16 lokasi dan kemudian menjualnya dengan bayaran jutaan dolar?

Perbedaannya bukan pada makanannya.

Perbedaan itu ada dalam pemasaran dan penjualan makanan itu. Dan itu sama di semua industri.


Sekarang, biarkan saya perjelas dan tidak berbasa-basi.

Apa yang saya yakini sebagai satu-satunya aturan terpenting dalam bisnis, adalah ini : Sebagai pemilik, tanggung jawab utama Anda adalah menjual.

Seluruh keberadaan Anda sebagai pengusaha akan hidup atau mati sesuai dengan seberapa efektif penjualan dan pemasaran Anda dalam menghasilkan pendapatan baru.

Jika Anda memiliki mesin pemasaran dan penjualan yang bisa diprediksi membawa kumpulan pelanggan baru setiap hari seperti kerja sebuah jam, maka memiliki bisnis bisa menjadi hal yang fenomenal.

Jika tidak, memiliki bisnis bisa menjadi hal yang tidak dapat diprediksi, tidak dapat diandalkan, dan akan sangat membuat stres.

Ini karena nasib perusahaan Anda, penghasilan Anda, pendapatan keluarga Anda, dan penghasilan karyawan Anda dan keluarga mereka bergantung pada 'nasib' apa pun yang jatuh di pangkuan Anda.

Anda dapat memilih untuk mengabaikan fakta ini, menutup mata, dan memberi tahu diri sendiri bahwa 'semuanya akan beres'.

Atau Anda dapat melakukan perubahan dan bergabung dengan pihak yang menang dengan memasang system sistem penjualan ’dalam bisnis Anda dan menyaksikannya berkembang pesat dan maju.

Apa pun itu, Anda harus memahami bahwa semua jenis taktik pemasaran, peretasan, dan peralatan terbaru yang dijajakan sekalipun  tidak akan menyelesaikan masalah nomor satu yang dihadapi pemilik bisnis: "Bagaimana cara mendapatkan lebih banyak pelanggan?"

Memperbanyak taktik bukanlah jawabannya, dan Anda mungkin sudah tahu ini jauh di lubuk hati. Karena jika Anda sama seperti sebagian besar pemilik bisnis, Anda mungkin telah menggunakan banyak program perangkat lunak CRM, pembuatan landing page, dan semua jenis corong/funneling penjualan terbaru - hanya untuk mendapatkan sedikit keberhasilan.

Alasannya adalah karena ini semua dirancang hanya untuk mengobati gejala penjualan rendah, tetapi tidak menyembuhkan penyebab masalah sistemik.

Anda butuh sesuatu yang berbeda.

Anda perlu menerapkan "sistem penjualan" yang didorong oleh nilai yang membanjiri bisnis Anda dengan pembeli.

 --- Bersambung ---




2/12/2020

Antara Penghormatan dan Pengkhianatan


'Dan segera ia maju mendapatkan Yesus dan berkata: “Salam Rabi,” lalu mencium Dia. Tetapi Yesus berkata kepadanya: “Hai teman, untuk itukah engkau datang?” Maka majulah mereka memegang Yesus dan menangkap-Nya. '
(Matius 26:49-50)

Yudas mengkhianati Yesus dengan sebuah ciuman, simbol dari penghormatan di antara orang Yahudi. Sebuah pengkhianatan kadang bisa dibalut dengan sesuatu yang tampaknya rohani dan baik, namun Tuhan sendiri tahu maksud di balik semua itu. Dalam penghormatan kita kepada Tuhan, Ia tahu dengan pasti siapa yang benar-benar adalah pengikutNya dan siapa yang adalah pengkhianat. Kita tidak jauh berbeda dengan Yudas. Jika dengan penghormatan palsu Yudas mengkhianati Yesus, kita juga sering bersembunyi di balik kesalehan palsu kita dan sadar ataupun tidak kita sudah berulang kali mengkhianati Yesus.
Ingat ini, sebagaimana Yesus menyapa Yudas, di setiap pengkhianatan kita Yesus berkata : Hai teman, untuk itukah engkau datang?” Selidiki hati kita saat kita kita datang pada Nya, apakah kita benar-benar membawa penghormatan ataukah kita sedang membawa pengkhianatan. Saatnya kita bercermin dan bertobat.


.

2/07/2020



Belakangan saya merenungkan kembali mengenai bagaimana Tuhan banyak membuka jalan dan menjawab doa lewat relasi yang dibangun dengan orang-orang baru setahun dua tahun belakangan ini.
Kadang kita kurang peka bagaimana Tuhan bekerja dan bagaiman Tuhan menjawab doa kita. Seringkali kita berdoa, ‘Tuhan tolong saya, Tuhan tolong buka jalan, Tuhan saya ingin lakukan ini, saya ingin lakukan itu’, tapi di saat yang sama kita tidak mau atau tidak berusaha memperlebar relasi kita dan ruang lingkup pertemanan kita. Padahal, Tuhan juga memakai orang-orang di sekitar kita, relasi kita, sebagai perpanjangan tangan Tuhan untuk menjawab doa kita dan juga membuka jalan/pintu bagi kita.


Di sisi lain dengan membangun relasi, kita juga memberi diri untuk menjadi alat Tuhan untuk menolong orang lain.
Di sini saya belajar untuk peka dan terbuka dan juga belajar membantu orang lain dalam hal apapun yang bisa kita lakukan, karena bisa saja Tuhan pakai kita untuk menjadi jawaban doa bagi orang lain. Karena itu saya dorong teman-teman, mari sama-sama bangun relasi baru. Perluas lingkup pertemanan dan jangan takut menyesuaikan diri dengan suasana baru dan mungkin juga kebiasaan baru, karena semua itu akan membantu membentuk mental dan karakter kita dalam kehidupan social.


Perbanyak teman itu sama dengan perbanyak pintu yang bisa saja lewatnya Tuhan pakai untuk menolong kita. Kita tidak pernah tahu dari relasi baru itu Tuhan bisa membawa peluang baru bagi kita, baik dalam pekerjaan, bisnis, pelayanan dan apapun juga.
Kalau saat ini hidup kita, keadaan kita biasa-biasa saja, atau bahkan stuck di tempat yang sama, mungki sudah saatnya kita koreksi diri. Mungkin kita terlalu eksklusif dan menutup diri, sehingga membatasi pintu berkat kita sendiri.







Popular Posts

Edited by Jack Loloin. Diberdayakan oleh Blogger.

Author Info

Cari Blog Ini

Like This Theme

featured Slider

About Me

Hi, I am the author Elegance Blog.This blog is to provide you with daily outfit ideas and share my personal style.

Like us

Facebook

About me

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit.

Praesent non leo vestibulum, condimentum elit non, venenatis

eros.

Kontributor

Contact us

Nama

Email *

Pesan *

Followers

Categories

Our Team

Slider (Add Label Name Here!) (Documentation Required)

I am the Author



Video of the Day

Sponsor

y